Berita

ilustrasi/net

Politik

Gagal Urus Transportasi, DPR Harus Minta Pertanggungjawaban Jokowi

RABU, 23 MARET 2016 | 00:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Polemik transportasi umum berbasis aplikasi internet hingga berujung demo anarkis sopir angkutan transportasi konvensional dipicu akibat kelalaian pemerintah.

"Presiden Jokowi bersikap cepat dan tegas ketika berurusan dengan mega proyek meskipun ditentang banyak pihak. Namun ketika menyikapi permasalahan transportasi online yang jelas-jelas langsung bersentuhan dengan rakyat, Jokowi malah terkesan melakukan pembiaran tanpa memberikan solusi," ujar Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman kepada redaksi, Selasa (22/3).

Menurut dia, selama ini tidak ada upaya nyata dari pemerintah untuk menyelesaikan permasalahan kendaraan pelat hitam yang dijadikan transportasi umum berbasis aplikasi internet. Oleh karenanya, kata dia, DPR perlu segera memanggil Presiden Jokowi dan meminta pertanggungjawabannya.


"Konstitusi jelas mengamanatkan negara melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia. Jika pemerintah sigap dalam merespon keluhan rakyat, tentu kejadian seperti ini dapat dihindari," katanya.

"Ini merupakan ujian sejauh mana kemampuan Jokowi dalam memimpin. Kalau mengurus persaingan transportasi yang ruang lingkupnya lokal saja tidak mampu, bagaimana bisa membawa Indonesia dapat bersaing dengan negara-negara lain di era MEA," tutup Jajat.

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya