Berita

foto: net

Gerindra Tuding Pemerintah Sengaja Adu Domba Sopir "Konvensional" Vs "Online"

SELASA, 22 MARET 2016 | 12:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

Kehadiran transportasi berbasis aplikasi seperti Uber Taxi, Grab dan GoJek tidak akan ditolak jika patuh terhadap peraturan.

Hari ini, Selasa (22/3), ribuan sopir angkutan umum "konvensional" berunjuk rasa ke gedung DPR dan Istana Negara, menuntut Pemerintah menutup transportasi "online" karena dinilai melanggar UU 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ).

Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono mengatakan persoalannya bukan pada moda transportasi yang cuma mengedepankan tarif yang murah dan mudah diakses melalui jaringan internet. Tapi, yang terpenting dalam moda transportasi adalah pelayanan transportasi yang berbasis safety transportation bagi masyarakat.


Arief mengingatkan jangan sampai aksi ini berujung pada kerusuhan akibat "kebodohan" Pemerintah.

"Pemerintah sengaja mengadu domba para sopir angkutan umum dengan angkutan berbasis online," tukas Ketua Umum Serikat Pekerja BUMN Bersatu.

Pekan lalu, sopir "konvensional" sudah berunjuk rasa agar Pemerintah menutup transportasi online. Mereka menuding transportasi online adalah ilegal karena tidak mengantongi izin. Menanggapi tuntunan para demonstrans, pemerintah berjanji akan mengkajinya dan memutuskannya segera. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya