Berita

Olahraga

Ratu Lompat Jauh Indonesia Sudah Pulih

SELASA, 22 MARET 2016 | 12:35 WIB

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi merasa lega karena cedera kaki yang di alami atlet lompat jauh Maria Londa sudah pulih sehingga bisa kembali fokus latihan menghadapi Olimpiade 2016 Rio Jeneiro, Brazil.

Cak Imam berharap Ratu Lompat Jauh Indonesia ini bisa meraih hasil maksimal pada pesta olahraga paling akbar sejagat tersebut.

"Alhamdulillah cedera di kaki Maria Natalia Londa sudah sembuh dan siap untuk memberikan emas di Olimpiade," kata Menpora saat bertemu Maria Londa dan melihat langsung tempat latihannya di Stadion Ngurah Rai, Denpasar, Bali, Selasa  (22/3).


Imam Nahrawi menyempatkan diri mengunjungi tempat latihan Maria Londa saat transit di Bali usai melakukan kunjungan kerja dari Australia. Pada kesempatan ini, Menpora bersama istrinya Shobibah Rohmah didampingi Staf Khusus Faisol Riza dan CDM Olimpiade 2016, Raja Okto Saptahari.

Atlet asal Bali Maria Londa mengalami cedera robek tendon kiri usai tampil di SEA Games 2015 Singapura. Cedera ini memaksanya absen dari event bergengsi internasional. Maria membuat kejutan ketika ia melakukan lompatan sejauh 6,70 meter saat meraih emas SEA Games 2015 dan torehan tersebut membuatnya melangkah mantap menuju Olimpiade 2016, 5-21 Agustus mendatang.

Lompatannya di Singapura bahkan lebih baik ketimbang saat menyabet medali emas Asian Games 2014 di Incheon, Korea Selatan yaitu 6,55 meter. Sayang, harus dibayar mahal dengan cedera parah.

Dengan kondisi sudah pulih, Maria Londa diharapkan bisa secara bertahap memperbaiki penampilan dan catatan lompatannya yang menurun akibat cedera.

"Masih ada waktu beberapa bulan menuju Olimpiade 2016, kita berharap Maria Londa memanfaatkan waktu semaksimal mungkin untuk menemukan kembali dan bahkan memperbaiki loncatan terbaiknya," tambah Menteri asal Madura ini.[wid]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Strategi Perang Laut Iran Miliki Relevansi dengan Indonesia

Minggu, 19 April 2026 | 05:59

Inflasi Pengamat dan Ilusi Kepakaran di Era Digital

Minggu, 19 April 2026 | 05:45

Relawan MBG Kini Wajib Didaftarkan BPJS Ketenagakerjaan

Minggu, 19 April 2026 | 05:23

PB HMI Ajak Publik Pakai Rasionalitas Hadapi Polemik JK

Minggu, 19 April 2026 | 04:55

Perlawanan Iran: Prospek Tatanan Dunia Baru

Minggu, 19 April 2026 | 04:35

PDIP Setuju Parpol Wajib Lapor soal Pendidikan Politik Pakai Uang Negara

Minggu, 19 April 2026 | 04:15

JK: Rismon Mau Ketemu Saya dengan Tujuh Orang, Saya Tolak!

Minggu, 19 April 2026 | 03:53

Komnas HAM Desak Panglima TNI Evaluasi Operasi Militer di Papua

Minggu, 19 April 2026 | 03:30

Belajar dari Era Jokowi, PDIP Ingatkan Partai Koalisi Pemerintah Jangan Antikritik

Minggu, 19 April 2026 | 03:14

Indonesia Harus Belajar Filsafat dan Strategi dari Perang Laut Iran 2026

Minggu, 19 April 2026 | 02:55

Selengkapnya