Berita

foto: MAP

Rakyat Maroko Demo di Depan Markas PBB New York

SELASA, 22 MARET 2016 | 12:18 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keturunan Maroko di Amerika, termasuk anggota komunitas Yahudi Maroko, menggelar demonstrasi damai di depan Markas PBB di New York, hari Senin (21/3). Mereka mengecam Sekjen Ban Ki-moon yang secara sepihak menciderai proses pembicaraan damai di Sahara. Demikian dilaporkan kantor berita MAP.

Ketika berkunjung ke Aljazair awal Maret lalu, Ban Ki-moon mengatakan bahwa Maroko menjajah Sahara dan meminta agar referandum segera digelar. Pernyataan Ban Ki-moon ini bertentangan dengan pembciaraan damai yang diselenggarakan PBB dan Resolusi Dewan Keamanan PBB yang tidak pernah menggunakan istilah penjajahan dan justru mengakui peranan Maroko dalam menjaga perdamaian di kawasan yang sedang menjadi sengketa.

Pernyataan diplomat senior Korea Selatan itu disambut protes keras dari rakyat dan pemerintah Maroko, juga komunitas internasional.


Ban Ki-moon juga mengakui bahwa pernyataan itu adalah sikap pribadi karena terbawa suasana saat bertemu dengan pengungsi yang tinggal di Tindouf. Ban Ki-moon juga kaget karena Dewan Keamanan PBB juga tidak mendukung pernyataannya.

Ban Ki-moon akan mengakhiri masa jabatan sebagai Sekjen PBB pada Juli 2016.

Demonstrasi yang dilakukan diaspora Maroko di depan Markas PBB memperlihatkan kekuatan ikatan emosional antara orang-orang Maroko dan tanah leluhur mereka. Hal ini juga memperlihatkan komitmen kuat orang Maroko terhadap penyelesaian sengketa Sahara dengan jalan damai. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya