Berita

China Mulai Kuasai Natuna, Presiden Geprindo: Lawan!

SELASA, 22 MARET 2016 | 02:36 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tindakan kapal coastguard China yang menghalang-halangi penangkapan kapal ikan ilegal Kwam Fey 10078 oleh Kapal Patroli Hiu 11 di perairan Natuna pada Sabtu (19/3) lalu, merupakan bentuk pelecehan terhadap kedaulatan NKRI.

Begitu disampaikan Presiden Gerakan Pribumi Indonesia (Geprindo) Bastian P Simanjuntak kepada redaksi, Senin (21/3).

"Kita harus kritis mengapa kapal coast guard bisa masuk ke perairan Indonesia untuk mengamankan kapal Kwam Fey? Saya yakin sebentar lagi pihak tiongkok akan mengklaim bahwasannya perairan Natuna yang di masuki kapal China tersebut adalah perairan milik negara China," kata Bastian.


Dia berpendapat, dengan kejadian tersebut China memulai babak baru dalam rangka menjalankan agenda penguasaan teritorial Asia Tenggara, termasuk Indonesia. China pelan tapi pasti bakal menguasai perairan Natuna, sehubungan dengan 9 dash line yang di klaim merupakan wilayah kekuasaan China.

"Berita hari ini dubes China dengan lantang meminta pemerintah Indonesia membebaskan nelayannya yang ditangkap. Ini adalah bentuk arogansi dan provokasi China untuk membuka ruang negosiasi dengan pemerintah Indonesia," kata Bastian.
 
Di lain hal, kebaikan-kebaikan China memberikan pinjaman triliun rupiah kepada pemerintah Indonesia patut diduga sebagai bagian dari upaya China membuat kita tak berdaya. Oleh karenanya, kata Bastian, penjajahan China sudah semakin nyata.

"Ayo rakyat Indonesia, pribumi, dan bumiputera, jangan berdiam diri. Sudah saatnya kita tunjutkan sikap perlawanan kita. Jangan berikan toleransi sedikitpun untuk bernegosiasi jika menyangkut batas-batas wilayah NKRI. Lawan!" serunya.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya