Berita

Politik

Hargai Eksistensi Pesantren, Garda Bangsa Gelar Musabaqoh Kitab Kuning

SELASA, 22 MARET 2016 | 01:39 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Guna memberikan penghargaan terhadap khazanah dan esksistensi pesantren di Indonesia, Organisasi sayap kepemudaan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), DKN Garda Bangsa, akan menggelar Musabaqoh Kitab Kuning.

Lomba baca Kitab Kuning tersebut rencananya akan diselenggarakan pada bulan Maret hingga April 2016. Diperkirakan lomba akan diikuti oleh sekitar 5.000 santri dengan total hadiah mencapai Rp 200 juta, tiket umrah dan ziarah ke makam Imam Ghazali serta bantuan biaya pendidikan.

"Seluruh santri berusia 17-25 tahun dari seluruh pondok pesantren yang berhaluan Ahlussunnah Wal Jamaah di Indonesia diundang untuk berpartisipasi. Asalkan santri mendapatkan rekomendasi dari pengasuh pondok pesantren," kata Ketua OC Musabaqoh Kitab Kuning, Syaikhul Islam, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Senin (21/3).

Tahapan lomba dimulai dari pendaftaran pada 14 -30 Maret 2016 dan dilanjutkan penyisihan pada tanggal 1-7 April 2016. Lalu, tahap final akan dilakukan di Graha Gus Dur Sekretariat PKB pada 12-13 April 2016 mendatang.

Dijelaskan, pendaftaran peserta dilaksanakan di Kantor DKN Garda Bangsa Jalan Raden Saleh Nomor 9 Cikini, Jakarta Pusat. Peserta juga dapat mendaftar secara online di www.gardabangsa.id dan melalui email panitia: musabaqohkk@gmail.com, atau mendaftar di pondok-pondok pesantren tempat diadakannya babak penyisihan Musabaqoh Kitab Kuning.

"Babak penyisihan akan diadakan di 31 pondok pesantren tua yang selama ini menjadi rujukan keilmuan ulama-ulama se-Nusantara yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia," jelas Syaikhul.

Agar kualitas terjaga, musabaqoh akan mendatangkan para dewan juri dari Tim Lembaga Bahtsul Masail (NU) dan Dewan Juri Kehormatan seperti KH Dimyati Rois (Musytasyar PBNU), Dr. KH Ma’ruf Amin (Rais Aam PBNU), dan Prof. Dr. KH Said Aqil Siroj (Ketua Umum PBNU).

Ketua Steering Commitee (SC) Musabaqoh Kitab Kuning KH Maman Imanulhaq, mengatakan kegiatan ini dalam rangka memberikan penghargaan terhadap khazanah dan eksistensi pesantren di Indonesia yang telah memberikan konstribusi penting terhadap perjalan bangsa Indonesia mulai era pra kemerdekaan sampai saat ini.

Kiai Maman menambahkan, khazanah keilmuan pesantren juga telah terbukti menjadi benteng terkokoh dalam menjaga NKRI dari pemahaman keagamaan yang eksklusif dan ekstremis.

"Hal ini tentu berkat upaya ulama dan karyanya. Seperti salah satu kitab yang paling banyak dikenal dan dikaji oleh ulama dan tokoh Islam adalah kitab Ihya Ulumuddin karya Imam Abu Hamid Muhammad bin Muhammad al Ghazaliath-ThusiAsy-Syafi'i (Imam Al Ghozali)," tukas Kiai Maman yang juga anggota DPR RI dari Fraksi PKB.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya