Berita

Politik

Soal Blok Masela, Gubernur Maluku Dituntut Tak Jadi Pengecut

SELASA, 22 MARET 2016 | 01:17 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tuntutan agar pengelolaan blok migas abadi Masela dapat menguntungkan masyarakat Maluku terus disuarakan.

Kali ini tuntuan pengelolaan gas blok Masela harus menguntungkan masyarakat Maluku disampaikan mahasiswa Universitas Kristen Indonesia Maluku (UKIM). Para mahasiswa menggelar unjuk rasa di dua tempat di Kota Ambon, Senin (21/3).

"Mengacu pada UUD 45 Pasal 33 ayat 3, pengelolaan blok Masela harus bisa mensejahterakan Maluku sebagai daerah penghasil," kata salah seorang pendemo, Yanto Lemosol.

"Bumi dan air serta kekayaan alam yang terkandung didalamnya saat ini bukannya dikelola untuk sejahterakan rakyat, malah justru menyengsarakan masyarakat," sambungnya.

Aksi dimulai sekitar pukul 12.20 Wit. Para demonstran mengusung sejumlah pamflet diantaranya bertuliskan Blok Masela Milik Orang Maluku Maluku. Pada pukul 14.00 Wit para pengunjuk rasa diterima Asisten II Setda Maluku Bidang Kesejahteraan Masyarakat, Ujir Halid, didampingi Kesbangpol, Ali Sella di ruang rapat Setda Provinsi Maluku lantai II Kantor Gubenur Maluku. Para pengunjuk rasa mempertanyakan sikap abu-abu” Gubernur Maluku Said Asagaff yang disinyalir tidak bersama-sama dalam barisan rakyat untuk memperjuangkan kilang gas blok Masela dibangun di darat agar memberikan dampak yang positf bagi Maluku. Mereka meminta Said Assagaff tidak tidak menjadi pengecut.

"Kita minta adanya sikap tegas dan Keputusan Gubenur Maluku terkait penempatan Blok Masela, dan harus menentukan sikap untuk berpihak pada kepentingan Masyarakat Maluku," demikian Yanto Lemosol. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya