Persaudaraan Muslim Indonesia (Parmusi) siap menghadapi orang-orang yang akan menghancurkan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).
"Kami memang butuh kader kualified tetapi kami akan hadapi siapapun yang membahayakan dan berniat menghancurkan PPP," ujar Ketua Umum Parmusi, Usamah Hisyam, kepada wartawan di Hotel Sahid Jakarta, Minggu (20/3).
Diakuinya, setiap islah menyelesaikan kisruh PPP yang diadakan selalu digagalkan, bahkan ada gugatan kepada Presiden Jokowi terhadap putusan Menkumham 601/2015.
Parmusi, kata dia, sudah menggagas dan menjajaki islah terhadap pihak-pihak berseteru antara pihak Romahurmudzy alias Romi hasil Muktamar Surabaya pada 2015 dengan Djan Faridz hasil Muktamar Jakarta. Mulai di Hotel Sahid pada 5 Maret 2016 dilanjut pertemuan islah di Kemenkumham pada 10 Maret 2016, tetapi berujung gugatan kubu Djan Faridz terhadap Presiden Jokowi Cq Menkumham SK nomor 601/2015.
"Sekali lagi Parmusi menggagas islah lebih dikarenakan kepedulian kami terhadap keberlangsungan organisasi PPP," kata Usamah yang didampingi Renny Marlinawati selaku perwakilan Muktamar Ancol, Irgan Chairul Mahfidz selaku Sekjen Muktamar Ancol, Mansyur Kardi dari ketua PPP Jakarta.