Berita

obama dan muhammad VI/net

Amerika Serikat Mentahkan Pernyataan Sekjen PBB Yang Blunder

MINGGU, 20 MARET 2016 | 02:10 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Amerika Serikat mau tidak mau melibatkan diri dalam ketegangan yang terjadi menyusul kekeliruan yang dilakukan Sekjen PBB Bank Ki-moon terkait status Sahara Barat seperti yang disampaikan diplomat senior Korea Selatan itu saat mengunjungi Aljazair beberapa waktu lalu.

Pemerintah AS hari Sabtu (19/3) secara tegas menyatakan dukungan terhadap posisi Kerajaan Maroko dalam sengketa ini. Sikap ini sejalan dengan sikap Dewan Keamanan PBB yang juga menyesalkan pernyataan Ban Ki-moon.

Dalam pernyataan yang disampaikan jurubicara Perwakilan Tetap AS di PBB, pemerintah AS mendukung usulan perdamaian yang disampaikan Maroko dalam berbagai forum pembicaraan damai terkait  sengketa ini.


Bagi kami, otonomi khusus seperti yang disampaikan Maroko adalah rencana yang serius, realistis dan credible. Ini mewakili pendekatan paling potensial yang dapat memuaskan aspirasi Sahara Barat,” tulis jurubicara Misi AS di PBB, Kurtis Cooper.

Kami akan tetap mendukung proses perdamaian yang dipimpin PBB untuk menciptakan perdamaian yang berkesinambungan dan berdasarkan keputusan yang disetujui bersama untuk mengakhiri konflik Sahara Barat,” sambungnya.

Pernyataan AS ini disampaikan setelah hari Jumat sebelumnya, jurubicara PBB, Stephane Dujaricc, mengatakan bahwa Sekjen PBB Ban Ki-moon kecewa karena Dewan Keamanan PBB tidak memberikan dukungan terhadap pernyataan yang disampaikannya. Ketika berkunjung ke Aljazair tanggal 5 Maret, Ban Ki-moon menggunakan istilah pendudukan Maroko di Sahara Barat, yang sama sekali tidak dikenal dalam pembicaraan damai di PBB. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya