Berita

rizal ramli/net

Ada Yang Ingin Benturkan Rizal Ramli Dan Presiden Jokowi

SABTU, 19 MARET 2016 | 10:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Disinyalir ada pihak-pihak yang tidak bisa menerima kehadiran Rizal Ramli di tubuh Kabinet Kerja. Mereka merasa terganggu dengan Rizal Ramli yang tegas dan tidak pandang bulu dalam menerapkan aturan. Rizal Ramli dianggap berbahaya karena memotong kepentingan bisnis mereka.

Skenario yang digunakan oleh kelompok ini adalah dengan membentuk opini sedemikian rupa bahwa Presiden Joko Widodo dan Rizal Ramli tidak memiliki kesepahaman dalam sejumlah hal.

Upaya ini antara lain terlihat dari isu politik yang dimunculkan terkait target dwelling time atau masa tunggu di Pelabuhan Tanjung Priok. Dimunculkan opini seolah-olah Presiden Jokowi tidak puas dengan kinerja Rizal Ramli memperpendek dwelling time.


Padahal sebaliknya, Presiden Jokowi mengakui bahwa target dwelling time berhasil dipenuhi Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Sumber Daya.

Rizal Ramli, ketika berbicara di kediaman pribadi di Jalan Bangka IX, Jakarta Selatan, Jumat sore (18/3), mengatakan pihaknya telah melampaui target dwelling timeyang diberikan Presiden Jokowi pada Agustus 2015, yakni 4,7 hari, menjadi 3 hari. Karena keberhasilan itu, Jokowi memasang target baru yakni 2 hari.

Rizal juga mengatakan, dirinya optimis target itu bisa dipenuhi.

"Paling pas membandingkan kita dengan Malaysia dalam hal masa tunggu atau dwelling time di pelabuhan. Kita bisa mengimbangi Malaysia," ujarnya.

Saat ditanya apakah bisa menyamai masa tunggu di Singapura yang dalam kisaran satu hari, Rizal mengatakan, Singapura bisa menekan masa tunggu sekecil mungkin karena pelabuhan-pelabuhan di Singapura umumnya adalah pelabuhan transit. Berbeda dengan pelabuhan di Indonesia dan di Malaysia.

Rizal juga melusurkan kabar yang berkembang bahwa pemerintah menerapkan pajak progresif kepada pemilik peti kemas. Dia menegaskan, bahwa informasi itu keliru.

Yang benar, pemerintah memberikan denda untuk setiap peti kemas yang berada  lebih dari dua hari. Jadi denda sebesar Rp 5 juta diberikan di hari ketiga,” ujarnya.

Menurut Rizal selama ini biaya sewa tempat bagi peti kemas di Tanjung Priok terlalu murah dibandingkan dengan di luar. Keadaan ini dimanfaatkan oleh perusahaan-perusahaan nakal sehingga akhirnya peti kemas mereka menumpuk di Tanjung Priok. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya