Berita

andi arief/net

KORUPSI SUMBER WARAS

Ketemu Lulung, Andi Arief Makin Percaya Ahok Layak Tersangka

JUMAT, 18 MARET 2016 | 18:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Andi Arief sangat percaya KPK akan meningkatkan status kasus Sumber Waras dari penyelidikan ke penyidikan.

‎"KPK yang baru ini memilih cara hening tapi mematikan. Hanya soal waktu," kicau Andi Arief di akun Twitternya.

‎"Kalau sudah jadi tersangka, jangan dibilang penjegalan, kriminalisasi dan lain-lain. Ini maling tertangkap," sambungnya.

Mantan Staf Khusus Presiden era Pemerintahan SBY ‎ini mengungkapkan, dirinya baru bertemu Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana. Haji Lulung bercerita bagaimana Ahok hendak menghabisi karier politiknya, menjungkirbalikan fakta, kemudian membuka sejumlah data kepada Andi Arief.

‎"Pertemuan dengan Haji Lulung meyakinkan saya untuk bercerita di sini memang Ahok bandit yang didandani media," katanya.

"Saya percaya Haji Lulung jujur. Mengingatkan memori saya pada kejujuran massa PPP antara tahun 1996 -1999 di Jakarta. Saya punya pengalaman bekerja sama dengan massa PPP di Jakarta. Kenangannya indah, tanpa intrik, jujur, dan mewakili apa yang dimaui rakyat," ulasnya.

‎Andi Arief kemudian menyampaikan ke Haji Lulung bahwa dia sudah melewati masa sulit dikriminalisasi Ahok dan media. Karena itu, tidak ada alasan baginya untuk berhenti melawan Ahok.

‎"Saya bilang pada Haji Lulung, KPK sudah pro justisia (dalam) kasus Sumber Waras. Saya dan Haji Lulung salaman, dan berjanji akan terus kawal," kicau Andi Arief.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya