andi arief/net
andi arief/net
‎"KPK yang baru ini memilih cara hening tapi mematikan. Hanya soal waktu," kicau Andi Arief di akun Twitternya.
‎"Kalau sudah jadi tersangka, jangan dibilang penjegalan, kriminalisasi dan lain-lain. Ini maling tertangkap," sambungnya.
Mantan Staf Khusus Presiden era Pemerintahan SBY ‎ini mengungkapkan, dirinya baru bertemu Wakil Ketua DPRD DKI Abraham Lunggana. Haji Lulung bercerita bagaimana Ahok hendak menghabisi karier politiknya, menjungkirbalikan fakta, kemudian membuka sejumlah data kepada Andi Arief.
‎"Pertemuan dengan Haji Lulung meyakinkan saya untuk bercerita di sini memang Ahok bandit yang didandani media," katanya.
"Saya percaya Haji Lulung jujur. Mengingatkan memori saya pada kejujuran massa PPP antara tahun 1996 -1999 di Jakarta. Saya punya pengalaman bekerja sama dengan massa PPP di Jakarta. Kenangannya indah, tanpa intrik, jujur, dan mewakili apa yang dimaui rakyat," ulasnya.
‎Andi Arief kemudian menyampaikan ke Haji Lulung bahwa dia sudah melewati masa sulit dikriminalisasi Ahok dan media. Karena itu, tidak ada alasan baginya untuk berhenti melawan Ahok.
‎"Saya bilang pada Haji Lulung, KPK sudah pro justisia (dalam) kasus Sumber Waras. Saya dan Haji Lulung salaman, dan berjanji akan terus kawal," kicau Andi Arief.[dem]
Populer
Senin, 20 April 2026 | 14:11
Sabtu, 18 April 2026 | 02:00
Jumat, 17 April 2026 | 17:46
Kamis, 16 April 2026 | 00:32
Senin, 20 April 2026 | 12:50
Kamis, 16 April 2026 | 18:10
Kamis, 16 April 2026 | 13:50
UPDATE
Sabtu, 25 April 2026 | 01:54
Sabtu, 25 April 2026 | 01:31
Sabtu, 25 April 2026 | 01:08
Sabtu, 25 April 2026 | 00:51
Sabtu, 25 April 2026 | 00:30
Sabtu, 25 April 2026 | 00:09
Jumat, 24 April 2026 | 23:58
Jumat, 24 April 2026 | 23:33
Jumat, 24 April 2026 | 23:09
Jumat, 24 April 2026 | 22:48