Berita

Politik

Garap Riau, Airlangga Bakal Kasih Kewenangan Lebih Bagi Kader Daerah

JUMAT, 18 MARET 2016 | 16:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Golkar tidak lama lagi. Dalam waktu yang singkat tersebut, calon Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto terus merangkul para pemilik suara.

Hari Jumat (18/3) ini, yang disambangi giliran Provinsi Riau, daerah lumbung suara Golkar. Airlangga secara serius menggarap provinsi yang mempunyai 12 Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Golkar tingkat II ini.

Airlangga Hartato menjanjikan jika dipercaya memimpin Golkar, akan melakukan desentralisasi kewenangan. Desentralisasi itu seperti penentuan calon kepala daerah seperti bupati, walikota dan gubernur ke pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat I (propinsi) dan DPD tingkat II (kabupaten/kota).


"Saya akan serahkan ke DPD I maupun DPD II. Karena yang punya wilayah adalah anda semua. Yang dekat dengan rakyat juga anda semua," kata Airlangga.

Airlangga menjelaskan, ke depan penentuan segala kebijakan tidak bisa lagi harus dari Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PG. Apa yang terkait daerah harus diserahkan ke pengurus daerah. Masalah penentuan calon kepala daerah maupun calon anggota legislatif daerah harus menjadi kewenangan daerah.

Menurutnya, pimpinan pusat hanya memonitor saja. DPP hanya merestui dan mengikuti apa yang sudah diputuskan di daerah. Bukan ditolak, apalagi dibuat kebijakan berbeda dari yang sudah ditetapkan di daerah.

Anggota DPR ini juga mendorong regenerasi kader dan kepemimpinan dalam Golkar. Ke depan, tokoh-tokoh muda harus bisa tampil untuk memimpin Golkar. Hal itu disesuaikan dengan perkembangan zaman saat ini, di mana tokoh-tokoh muda yang memimpin partai maupun negara.

"Saya juga akan menampung generasi-generasi baru, yang saat ini disebut generasi Millenium. Mereka lahir di tahun 1980-an. Mereka penyuka sosial media (Sosmed), mahir teknologi, egaliter dan anti korupsi. Kita harus tampung mereka. Sudah lewat waktunya kita gagap teknologi," pungkasnya.[dem]



Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya