Berita

mahyudin/mpr

Mahyudin Khawatir Produk Impor Bunuh Petani Indonesia

JUMAT, 18 MARET 2016 | 13:35 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR, Mahyudin menyayangkan banyaknya produk makanan impor yang membanjiri pasar domestik. Kondisi ini jelas merugikan bagi petani dan pertanian Indonesia. Bahkan, kalau tidak segera diperbaiki, bukan tidak mungkin banjirnya produk makanan impor di Indonesia bisa membunuh petani dan pertanian Tanah Air.

Kekhawatiran itu disampaikan Mahyudin usai membuka dan menjadi pembicara kunci pada acara Sosialisasi Empat Pilar MPR di hadapan peserta seminar nasional pendidikan ekonomi di Universitas Muhammadiyah Profesor Hamka, Jakarta, Jumat (18/3).

Menurut Mahyudin Pemerintah wajib memperbaiki tata kelola dan tata niaga pertanian, agar pertanian Indonesia segara bangkit dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri. Apalagi potensi alam Indonesia begitu besar untuk dikembangkan menjadi pusat pangan dan pertanian dunia.


"Tidak susah, kita tinggal meniru apa yang dilakukan di luar negeri. Meningkatkan hasil panen dari 9 ton menjadi 14 seperti di Vietnam ada caranya, kita tinggal meniru saja," kata politisi Golkar ini menambahkan.

Apa yang dicapai sektor pertanian di negara asing, lanjut Mahyudin, sangat mungkin untuk diterapkan di Indonesia. Tinggal kemauan Pemerintah saja yang menentukan. Misalnya, Pemerintah menurunkan suku bunga pertanian menjadi 3 persen dari yang selama ini 8 persen. Serta meningkatkan bantuan bagi para petani.

"Produk dari luar itu mestinya lebih mahal karena membutuhkan biaya transpor, pajak dan biaya produksi. Nyatanya sampai di Indonesia harga beras luar itu lebih murah, karena pemerintahnya banyak membantu. Seperti meningkatkan subsidi dan menurunkan suku bunga pertanian," demikian Mahyudin. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya