Berita

mahyudin

Mahyudin: Perguruan Tinggi Indonesia Harus Kejar Ketertinggalan

JUMAT, 18 MARET 2016 | 11:45 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Wakil Ketua MPR, Mahyudin mengatakan dunia perguruan tinggi Indonesia memiliki tantangan yang sangat besar. Mereka harus mengejar ketertinggalannya dari perguruan tinggi luar negeri. Karena sampai saat ini belum ada satu pun universitas di Indonesia yang bisa menembus peringkat 600 perguruan tinggi dunia.

Padahal, kata politisi Golkar ini, banyak anak-anak dan mahasiswa Indonesia yang memiliki potensi besar untuk berkembang. Mereka kerap memenangkan olimpiade ilmu pengetahuan, baik regional maupun internasional. Menurutnya, mereka hanya butuh fasilitas untuk mengembangkan potensi yang dimiliki.

Pernyataan itu disampaikan Mahyudin saat membuka dan menjadi pembicara kunci pada acara Sosialisasi Empat Pilar  di hadapan peserta seminar nasional pendidikan ekonomi, di Universitas Muhammadiyah Profesor Hamka, Jakarta Timur, Jumat (18/3).


Ada dua tema yang dibahas dalam seminar tersebut, yaitu 'Meraih Pendidikan Tinggi di Kancah Internasional' dan "Arah Perekonomian Indonesia pada Era MEA'.

Untuk mengejar ketertinggalannya, kata Mahyudin, mahasiswa harus berorientasi pada riset dan kompetisi. Termasuk melakukan riset agar menemukan sesuatu yang bermanfaat bagi orang banyak. Bukan berorientasi jadi sarjana saja, karena hanya akan menambah jumlah pengangguran.

"Salah satu caranya, skripsi itu dilakukan berdasar riset, sehingga menghasilkan manfaat, bukan skripsi yang judul dan temanya itu-itu saja, apalagi mencontoh orang lain," kata Mahyudin menambahkan.

Berlakunya Masyarakat Ekonomi Asean, lanjut Mahyudin, memberikan peluang dan tantangan tersendiri bagi mahasiswa. Kalau tidak bersegara disiapkan, niscaya Indonesia bakal jadi pasar bagi produk negara lain. Namun, jika dimanfaatkan, MEA juga bakal jadi peluang besar bagi Indonesia menguasai Asia dan dunia melalui pintu Asean. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya