Berita

ilustrasi/net

Dunia

Kekeringan Parah, 36 Juta Warga Afrika Hadapi Kelaparan

KAMIS, 17 MARET 2016 | 17:03 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

PBB memperingatkan bahwa saat ini ada lebih dari 36 juta orang mengalami kelaparan di kawasan Afrika bagian selatan dan timur.

Dua kawasan tersebut utamanya telah bergulat dengan kekeringan terburuk dalam beberapa dekade terakhir. Kekeringan disebabkan peningkatan suhu udara yang juga berimbas pada munculnya fenomena El Niño terkuat yang pernah tercatat.

Menurut para ilmuan cuaca, penyebab langsung kekeringan telah melumpuhkan negara-negara di kawasan tersebut, dari Ethiopia hingga Zimbabwe.


Hal itu menimbulkan kekhawatiran bahwa akan ada dampak jangka panjang dari perubahan iklim yang dapat merusak kemampuan suatu daerah untuk bertahan dalam cuaca ekstrim. Sehingga, rentan meninggalkan sejumlah orang yang kelaparan dan meningkatnya wabah penyakit.

Negara di Afrika yang mengalami masalah kelaparan terburuk, menurut Unicef adalah Ethiopia. Kekeringan berimbas kelaparan meninggalkan lebih dari 2 juta anak menderita gizi buruk dan lebih dari 10 juta orang tengah membutuhkan bantuan pangan.

"Ethiopia telah terkena pukulan ganda, baik dari perubahan ke musim hujan yang telah dikaitkan dengan perubahan iklim jangka panjang dan sekarang dari El Niño, yang telah berpotensi menyebabkan negara itu mengalami salah satu kekeringan terburuk dalam beberapa dekade," kata perwakilan Unicef untuk Ethiopia Gillian Mellsop seperti dimuat The Guardian (Kamis, 17/3).

Bukan hanya Ethiopia, negara tetangganya di Afrika seperti Somalia, Sudan dan Kenya juga menewaskan lebih dari 20 juta orang selama beberapa tahun terakhir.

"Pola khas yang diperkirakan dari El Niño adalah kekeringan di Afrika Selatan dan juga Afrika timur," kata ilmuan dari Pusat Nasional untuk Atmospheric Science Linda Hirons. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Mengenal Pantas Sutardja, Orang Super Kaya AS Berdarah Indonesia

Kamis, 10 September 2026 | 05:04

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

UPDATE

Deklarasi New Delhi, Terjemahkan Komitmen Jadi Hasil Nyata

Sabtu, 12 September 2026 | 21:55

Usulan Masa Jabatan Kades Tak Terbatas Harus Ditolak

Sabtu, 12 September 2026 | 21:10

Polisi Beberkan Peran Tiga Tersangka Pengeroyokan Maut Pejompongan

Sabtu, 12 September 2026 | 20:32

Prabowo Perkuat Peran Indonesia dalam Kerja Sama Multilateral di KTT BRICS 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 19:48

Morits L Tamaela Terpilih Sebagai Sekjen ADEKSI, Konsolidasi DPRD Kota Seluruh Indonesia Diperkuat

Sabtu, 12 September 2026 | 19:32

Menyusuri Perkebunan Sawit dan Karet, Mantri BRI Jaga Akses Keuangan Sumatera Selatan

Sabtu, 12 September 2026 | 19:27

Purbaya Tak Mau Ikuti Jepang Pangkas PPN, Ini Alasannya

Sabtu, 12 September 2026 | 18:18

Cek Bansos BPNT September 2026, Ada Pencairan hingga Rp600.000

Sabtu, 12 September 2026 | 18:11

Patahan Surabaya Jadi Sorotan di Medsos, Ini Penjelasan Pakar ITS

Sabtu, 12 September 2026 | 17:54

Cek Daftar HP yang Tak Bisa Lagi WhatsApp Mulai September 2026

Sabtu, 12 September 2026 | 17:40

Selengkapnya