Berita

Giwo Rubianto Wiyogo/net

Politik

Kowani Dorong Pemberdayaan Ekonomi Perempuan Di PBB

KAMIS, 17 MARET 2016 | 09:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (Kowani) Giwo Rubianto Wiyogo mengatakan kesetaraan yang lebih baik akan membawa perekonomian yang lebih baik.

Hal itu disampaikan Giwo Rubianto pada panel diskusi "Peranan Perempuan Dalam Usaha Kecil dan Menengah" di sela-sela Sidang Komisi Status Perempuan ke-60 di Markas Besar PBB, New York, 16 Maret 2016.

Pemajuan kewirausahaan perempuan atau "womanpreneurship" melalui UKM yang didukung oleh Pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya, menjadi konsep utama yang didukung di dalam pertemuan ini.  Untuk itu, segenap pemangku kepentingan diimbau untuk bekerja sama secara sinergis untuk membangun kapasitas womanpreneurs.


Pertemuan ini diprakarsa Kowani yang dimaksudkan sebagai sarana pertukaran pikiran di antara segenap pemangku kepentingan berbagai belahan dunia, untuk mengidentifikasi langkah-langkah bersama dalam rangka memajukan kesejahteraan perempuan di bawah kerangka pembangunan berkelanjutan.

Panelis terdiri dari ketua umum Kowani, Direksi International Congress of Women, Presdir PT Mustika Ratu dan wakil dari PBB, dan dihadiri oleh wakil-wakil pemerintah negara-negara anggota PBB, serta berbagai organisasi masyarakat madani internasional yang bergerak di bidang pemberdayaan perempuan.

CSW merupakan forum utama antar pemerintah di PBB bagi upaya pencapaian kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan. CSW ke-60 yang bertemakan pemberdayaan perempuan dan kaitannya dengan pembangunan berkelanjutan. 

Sementara itu, dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi sesaat lalu (Kamis, 17/3), Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana S. Yembise saat membuka panel diskusi menyebut bahwa aspek ekonomi dari pemberdayaan perempuan, khususnya melalui pemajuan usaha kecil dan menengah (UKM), perlu mendapatkan perhatian lebih khusus dari masyarakat internasional.

Dalam kaitan ini, kerja sama internasional perlu ditingkatkan untuk memperluas akses perempuan terhadap kesejahteraan dan hak-hak ekonomi lainnya. Disebut juga bahwa pemberdayaan ekonomi perempuan teramat penting dalam pembangunan berkelanjutan yang berpusat pada rakyat (people-centered sustainable development).[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya