Berita

iskan qolba lubis/net

DPR Desak Jokowi Bentuk Badan Pengelola Karet

KAMIS, 17 MARET 2016 | 07:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Di era Presiden Joko Widodo nasib petani karet semakin menyedihkan. Bagaimana tidak, harga karet saat ini di tingkat petani sudah menyentuh titik nadir yaitu kisaran Rp 4 ribu per kilogram. Padahal pada tahun 2012 dan 2013 harga karet pernah mencapai Rp 15 ribu.

Menyikapa masalah ini, Anggota Komisi VII DPR, Iskan Qolba Lubis meminta Pemerintah mengambil langkah-langkah yang konkrit. Misalnya, membentuk suatu badan yang khusus menangani malasah karet.

"Pemerintah harus membentuk Badan Pengelola Karet agar harga tidak dipermainkan toke-toke (pemborong) besar," ujar Iskan kepada redaksi, Kamis (17/3).


Menurutnya, Pemerintah juga jangan hanya menjual karet dalam bentuk komoditi sebelum diolah, agar punya nilai tambah dan harga karet bisa naik.

Selain itu, lanjut Iskan, Pemerintah harus menjadikan karet sebagai bagian bahan infrastruktur sepert jalan tol, dengan demikian karet bisa diserap pasar domestik.

"Terakhir, Pemerintah harus membuat perusahaan-perusahaan turunan karet, agar karet terserap lebih banyak dan harga bisa naik," demikian Legislator PKS dari Dapil Sumut II ini.

Diketahui, Indonesia memiliki areal karet paling luas di dunia yakni 3,4 juta hektar dan merupakan negara penghasil karet alam terbesar kedua setelah Thailand (karena produksi industri karet nasional masih rendah). Sayangnya, sekitar 85 persen produksi karet dalam negeri masih diekspor dalam bentuk karet mentah dan sisanya untuk konsumsi dalam negeri. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya