Berita

net

Politik

Besok 1000 Petani Jambi Jalan Kaki Ke Jakarta

RABU, 16 MARET 2016 | 12:29 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Sekitar 1000 petani dari sejumlah Kabupaten di Jambi akan menggelar aksi jalan kaki menuju Jakarta.  

Mereka mewakili petani yang menjadi korban perampasan tanah oleh perusahaan seperti Suku Anak Dalam (SAD), petani dusun Mekar Jaya (Sarolangun), petani Kunangan Jaya I dan II (Batanghari), dan petani Tanjung Jabung Timur.

"Jalan kaki akan dimulai Kamis besok (17/3)," kata Alif Kamal, koordinator aksi, dalam keterangannya kepada redaksi sesaat lalu.


Di Jakarta, para petani akan mendatangi Kantor Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, DPR RI, Kementerian Agraria dan Tata Ruang, Kementerian Dalam Negeri, dan Istana Negara.

Kenapa harus berjalan kaki 1000 KM? Alif menjelaskan konflik agraria yang melilit para petani ini sudah berlangsung lama, bahkan ada yang sudah puluhan tahun tetapi tak kunjung selesai.

Konflik agraria yang dialami SAD, misalnya, terjadi sejak 1987. Konflik agraria petani Kunangan Jaya I dan II sudah sejak tahun 1970-an, sedangkan konflik agraria yang dialami petani Mekar Jaya terjadi sejak 1990-an.

"Padahal, berbagai jalan sudah ditempuh oleh petani untuk mengusahakan penyelesaian mulai dari negosiasi, aksi massa, hingga aksi pendudukan, namun tetap saja belum ada penyelesaian tuntas," kata dia.

Dikatakan lebih lanjut oleh Alif, petani memilih ke Jakarta sebagai tempat para pemangku kebijakan tertinggi di Republik ini.

"Petani berharap Presiden Jokowi bisa menuntaskan persoalan konflik agraria yang melilit mereka. Apalagi, pada saat kampanye Pilpres lalu, Jokowi berjanji akan menyelesaikan konflik agraria di Indonesia," kata Alif yang menyampaikan hari ini para petani melakukan unjuk rasa di Kantor Gubernur Jambi.[dem]


Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya