Berita

foto: net

Inilah Alasan Turunnya Angka Partisipasi Pemilih Pada Pilkada 2015

RABU, 16 MARET 2016 | 06:56 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Salah satu poin evaluasi penyelenggaraan Pilkada Serentak Tahun 2015 adalah angka partisipasi pemilih.

Ketua KPU, Husni Kamil Manik mengatakan walaupun secara nasional angka partisipasi pada Pilkada Serentak 2015 menurun sekitar 2 hingga 3 persen, namun secara internasional, angka partisipasi pemilih Indonesia masih tergolong tinggi.

"Di negara-negara lain, di negara demokratis ya, itu susah mendapatkan persentasi sebesar 69 persen. Tapi karena kita terbiasa partisipasi di atas 70 persen, maka ini dianggap rendah," ujar Husni ketika menjadi Narasumber pada seminar 'Evaluasi Pilkada 2015' di Fakultas Hukum Universitas Trisakti, Jakarta, Selasa (15/3).


Husni juga mencoba menghubungkan effort yang dikeluarkan oleh peserta dan penyelenggara untuk kampanye dengan tingkat partisipasi, dan membandingkan dengan penyelenggaraan Pilkada sebelumnya.

Husni memberikan gambaran pada penyelenggaraan Pilkada sebelumnya, begitu banyak anggaran terbuang untuk kampanye dan begitu banyak alat peraga kampanye (APK) yang dipasang di tiap sudut kota. Secara hitungan kasar, jumlah anggaran dan APK yang digunakan pada pilkada lalu ialah tujuh kali lebih besar daripada yang dihabiskan untuk Pilkada Serentak 2015.

Dengan output tingkat partisipasi yang tidak jauh berbeda, lanjut Husni, pelaksanaan kampanye Pilkada Serentak 2015 jauh lebih menghemat anggaran dan juga lebih tertib, karena pasangan calon tidak lagi dapat secara sembarangan memasanga alat peraga kampanye. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya