Berita

basuki tjahja purnama/net

Justiani Liem: Ratna Sarumpaet "Korupsi" 1 Persen

RABU, 16 MARET 2016 | 00:24 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Artis dan aktivis Ratna Sarumpaet dalam talkshow di Indonesia Lawyers Club pekan lalu (8/3) mengatakan dirinya memiliki bukti bahwa Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama terlibat dalam korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras yang sedang bikin heboh ini.

"Kita tidak memilih seorang calon yang diduga korupsi. Untuk semua yang mendukung Ahok, tanya Ahok. Saya punya bahan, saya punya materi, yang memastikan pada diri saya bahwa Ahok ini memang korupsi di Sumber Waras dengan keyakinan 99 persen," ujar Ratna Sarumpaet.

Dia mengatakan bahwa keterlibatan Ahok dalam korupsi di Sumber Waras itulah yang ingin dia sampaikan kepada masyarakat.


"Saya tidak pernah bicara kasar menyampaikan pikiran saya, saya keras, saya tegas," katanya.

Aktivis Justiani Liem di laman Facebook miliknya hari Selasa (15/3) menyitir ucapan Ratna Sarumpaet dalam acara itu. Menurut Justiani dengan nada bercanda, Ratna Sarumpaet korupsi 1 persen.

Mengapa korupsi 1 persen?

Karena Ahok terlibat 100 persen dalam korupsi Sumber Waras. Seharusnya, keyakinan Ratna Sarumpaet juga 100 persen.

"Ratna Sarumpaet korupsi 1%. Bilang Ahok 99% terlibat korupsi RS SW. Yang benar tuh 100% terlibat," tulisnya.

Pada laman itu, Justiani mengutip pernyataan pengamat kebijakan publik Amir Hamzah yang mengatakan bahwa tipu muslihat yang dibangun Ahok dalam pembelian lahan RS Sumber Waras tidak akan bisa mengelabui penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terutama yang terkait dengan penggunakan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) sebagai dasar penentuan harga jual.

Menurut Amir Hamzah, sejak 2013 penghitungan dan penentuan pajak diserahkan kepada Dinas Pelayanan Pajak Pemprov DKI.

"Jadi, jelas bahwa yang menentukan besaran NJOP adalah Ahok sendiri," ujar Amir Hamzah.

"NJOP itu dibentuk bukan untuk digunakan sebagai dasar transaksi, melainkan hanya untuk kepentingan perpajakan. Catat itu," kata Amir lagi dalam sebuah pemberitaan.

Selain mengomentari pernyataan Ratna Sarumpaet dengan nada bercanda, sepanjang Selasa siang Justiani Liem juga menulis sejumlah komentar terkait kasus ini, antara lain sinyalemen upaya mengintervensi hukum untuk menutupi kasus ini.

"Sudah cetho welo welo masih ngeyel belum tobat-tobat," demikian Justiani. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya