Berita

foto: istimewa

Politik

Pesan Emil Salim Ke Indra Bambang: Hindari Politik Uang

SELASA, 15 MARET 2016 | 21:44 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pinisepuh Partai Golkar dan anggota tim 11, Prof. DR. Emil Salim, meminta setiap kader Partai Golkar yang maju sebagai calon ketua umum pada Munas mendatang menghindari politik uang.

"Ini penting saya tekankan demi cita-cita mewujudkan Partai Golkar yang bersih di masa depan," kata Emil Salim saat bertemu dengan Indra Bambang Utoyo (IBU), salah satu kandidat ketua umum Partai Golkar di kediamannya, sore tadi (Selasa, 15/3).  

Menurut Emil, praktik politik uang merusak bangunan demokrasi dan akan mencederai proses demokrasi yang sedang berlangsung di tubuh Partai Golkar saat ini. Dalam pertemuan itu, Emil yang didampingi putranya, Roosdinal Salim, Ketua Bidang Perindustrian DPP AMPI, menyatakan sangat menyayangkan terjadinya perpecahan di tubuh Golkar belakangan ini.


"Perpecahan tidak boleh terjadi lagi. Golkar harus solid dan berdiri teguh di atas cita-cita pembentukannya dulu. Karena itu, Partai Golkar harus menjadi partai politik yang bersih dari segala bentuk praktik tidak sehat seperti money politik," katanya.

Emil mengapresiasi majunya Indra Bambang Utoyo memperebutkan kursi Golkar 1, terutama setelah menerima visi misi dan program kerja yang ditawarkan Indra untuk Partai Golkar.

"Partai Golkar membutuhkan seorang ketua umum yang mau dan mampu bekerja. Yang punya visi dan program yang jelas," ujar Emil saat menerima buku kecil berisi visi misi dan program kerja dari Indra.

Ia pun meminta Indra Bambang Utoyo untuk istiqomah dalam pencalonannya.

"Saya percaya, sebagai kader senior di Partai Golkar, Indra Bambang Utoyo mampu melaksanakan visi dan programnya jika ia terpilih," ujar Emil lagi.

Namun, untuk mengembalikan Partai Golkar sebagai partai kader yang bersih dan bermartabat, Emil meminta Indra melakukan langkah-langkah nyata di tubuh partai. Pertama, katanya, Indra harus mampu menumbuhkan harapan dan memperkokoh legitimasi Partai Golkar di masyarakat. Kedua, Indra harus siap melakukan pembaharuan di internal partai.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya