Berita

Cara Represif BPJS Depok Dikecam

SELASA, 15 MARET 2016 | 11:04 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ketua Nasional Relawan Kesehatan Indonesia (Rekan Indonesia), Agung Nugroho, mengecam keras tindakan BPJS Kesehatan Depok yang menurutnya telah memerintahkan penangkapan terhadap Ketua Dewan Kesehatan Rakyat (DKR) Depok, Roy Pangharapan.

"Kami sangat menyesalkan kejadian tersebut karena dapat mengesankan bahwa BPJS Depok melakukan cara-cara represif dalam menangani masalah di kantornya," kata Agung dalam pesan elektroniknya, Selasa (14/3).

Dihimpun dari pemberitaan media online, Roy Pangharapan ditangkap usai relawan DKR Depok menggelar aksi di depan Kantor BPJS, kemarin.


Demonstrasi digelar untuk meminta penjelasan BPJS mengenai warga Depok yang mengidap penyakit jantung yang tak dilayani karena tidak bisa membayar premi selama setahun. Para relawan memaksa masuk menemui pimpinan BPJS. Pimpinan BPJS enggan meladeni, kemudian polisi yang berada di lokasi membubarkan relawan DKR.

Polisi lantas mengamankan Ketua DKR Kota Depok Roy Pangharapan. Polisi meminta keterangan Roy karena dianggap bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Seharusnya, kata Agung, BPJS Depok dapat memberikan pemahaman kepada DKR Depok yang tengah memperjuangkan warga Depok yang sudah tidak mampu membayar iuran BPJS agar mengubah statusnya dari peserta mandiri menjadi peserta Penerima Bantuan Iuran (non PBI) dengan mendatangi kantor instansi terkait seperti walikota, dinsos serta dinkes kota Depok. Dengan begitu, warga tersebut bisa dimasukan ke dalam kategori warga miskin kota Depok.

"Karena memang di sana wewenangnya, disamping juga bahwa BPJS tidak memiliki wewenang untuk menggratiskan pelayanan kesehatan peserta keluar dari prosedur yang ada. Dengan demikian perjuangan yang dilakukan ketua DKR Depok bisa menemukan arah sasaran yang tepat," kata Agung.

"Namun sekali lagi kami menyesalkan kesan sikap represif yang telah ditunjukan oleh kantor BPJS Depok. Semoga hal tersebut tidak terulang lagi," tukasnya.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya