Berita

Politik

Perjelas Keterlibatan Istana, DPR Perlu Bentuk Pansus Sumber Waras

SENIN, 14 MARET 2016 | 15:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI didorong untuk segera membentuk Panitia Khusus atau Pansus Sumber Waras. Dugaan keterlibatan anggota Wantimpres Jan Darmadi dan sikap ogah-ogahan KPK menangani kasus Sumber Waras menjadi alasan kuat bagi DPR untuk segera membentuk pansus.  

"Selain laporan audit BPK yang mengindikasi adanya kerugian negara, dengan terbentuknya Pansus maka DPR dapat mendesak pemerintah untuk segera mengungkap kasus ini secara terang benderang," kata Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman kepada redaksi, Senin (14/3).

Dikatakan dia, terlepas dari berbagai muatan politis menjelang pilkada DKI Jakarta, kasus Sumber Waras yang disebut-sebut melibatkan calon gubernur petahana Basuki Tjahja Purnama harus dituntaskan. Hukum harus ditegakan.


"Untuk itu peran dari DPR dalam hal ini akan sangat menentukan, karena terbukti berkat rekomendasi dari pansus DPR beberapa kasus besar dapat terungkap," tegas Jajat.

Menurut Jajat, kekhawatiran yang terjadi adalah adanya intervensi dari pihak istana kepada KPK dalam pengusutan dugaan kasus korupsi sumber waras. Pasalnya, peran dari Jan Darmadi yang saat ini menjadi anggota Dewan Pertimbangan Presiden, namun pada saat transaksi dilakukan beliau menjabat sebagai ketua umum Yayasan Kesehatan Sumber Waras.

"Peran dari DPR untuk membantu mengungkap skandal korupsi besar tentunya harus mendapat dukungan penuh dari berbagai elemen. Jika hal ini terjadi bukan tidak mungkin dengan kewenangan yang di milikinya dapat segera mendesak pemerintah untuk segera menuntaskan berbagai polemik yang selama ini terjadi, Jangan sampai karena muatan politik yang besar mengabaikan penegakan hukum," tutup Jajat.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya