Berita

Dunia

Konferensi DPI/NGO 2016 Digelar Di Korea Selatan

SENIN, 14 MARET 2016 | 11:47 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Korea Selatan akan menjadi tuan rumah Konferensi Departemen Informasi Publik/Organisasi Non-Pemerintah. Konferensi dengan fokus pendidikan guna mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan rencananya akan digelar di Gyeongju, 30 Mei-1 Juni.

Departemen Informasi Publik PBB mengumumkan bahwa Korea Selatan telah mengkonfirmasikan keinginannya menjadi tuan rumah. Diadakan dalam kerja sama dengan Komite Eksekutif DPI/NGO, komunitas NGO, Pemerintah Korea Selatan, dan Komite Penyelenggara Nasional Korea Selatan, Konferensi ini akan dilaksanakan dengan tema "Pendidikan bagi Kewarganegaraan Dunia: Bersama-Sama Mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan".

Inilah pertama kalinya Konferensi DPI/NGO diadakan di Asia. Konferensi ini memberi peluang unik bagi NGO yang ikut serta untuk berdiskusi dengan masyarakat madani, diplomat, pejabat PBB, ahli kebijakan, ilmuwan, edukator, pebisnis, serikat pekerja, anggota parlemen, otoritas daerah, dan pihak lainnya dari seluruh dunia, mengenai masalah penting yang relevan di tahun bersangkutan. Konferensi 2016 berfokus menciptakan dan memperkuat kemitraan global guna mendukung Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG) yang baru saja diadopsi.


"Dukungan masyarakat madani secara keseluruhan, beserta NGO dan akademisi secara khusus, sangat penting agar kita bisa mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan," ujar Maher Nasser, Direktur Divisi Penjangkauan di Departemen Informasi Publik PBB, dalam keterangan pers yang diterima redaksi, Senin (14/3).

Dua Ketua Konferensi telah diidentifikasi melalui proses nominasi online global. Scott Carlin, Dosen Tetap Geografi di Long Island University dan Yukang Choi, CEO NGO Korea Selatan yang bernama Dream Touch for All, akan berbagi tanggung jawab membimbing proses perencanaan Konferensi dan konsultasi multi-pemangku kepentingan mengenai dokumen hasil Konferensi.[dem]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya