Berita

Edwin Henawan Soekowati/net

Indonesia Berada Di Persimpangan Jalan Konservatif Dan Liberal

SABTU, 12 MARET 2016 | 16:54 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Indonesia sedang berada di persimpangan jalan, perbedaan antara konservatif dan liberal. Menurut Ketua Umum Aliansi Nasionalis Indonesia (Anindo), Edwin Henawan Soekowati, ada empat kelompok saat ini di Indonesia, yaitu konservatif, neo konservatif, liberal dan radikal liberal.

Demikian disampaikan Edwin dalam acara Refleksi Lintas Generasi Memperingati 50 Tahun Supersemar "Membangun Konsensus Nasional Baru" bersama budayawan Ridwan Saidi, pakar ekonomi Sasmito, pakar hukum tata negara Samuel Lengkey, yang diselenggarakan oleh Patriot Pancasila di Gedung Kebangkitan Nasional, Jakarta, Jumat (11/3).
‎
Menurut Edwin, pernyataannya tersebut hanya ingin mengingatkan, bahwa Indonesia sekarang ini tengah berada di persimpangan jalan antara kubu konservatif bersama neo konservatif melawan kelompok liberal dan radikal liberal.          


"Kelompok yang konsevatif adalah yang percaya bahwa cita-cita Proklamasi mewujudkan masyarakat adil makmur haruslah berdasarkan Pancasila dan UUD 45. Sementara neo konservatif tetap dalam Pancasila tapi UUD bisa dirubah sesuai kebutuhan zaman dengan tetap dalam semangat Proklamasi," kata mantan anggota DPR/MPR dari Fraksi PDI periode 1987-1992 ini.

Sementara kelompok liberal, lanjut Edwin, tidak peduli apa dasar negara maupun konstitusi. Yang penting bebas dan rakyat makmur. Tapi masih dalam bingkai atau sub koordinat negara Barat yang maju, tidak boleh tabrakan dengan kepentingan global.

Dan sementara kalau kelompok radikal liberal tidak peduli mau kepentingan Barat global, mau kepentingan China. Yang penting rakyat makmur, dasar negara konstitusi tinggal disesuaikan, undang-undang tabrak dulu, urusan belakangan.

"Kalau kita pakai pisau analisa, ini kita sudah bisa petakan Pemerintah Jokowi posisi dimana, parpol dimana, relawan-relawan presiden dimana, gubernur dimana, dan kita dimana dan sebagainya. Tapi jangan lupa banyak di Indonesia yang KKO alias kiri kanan oke, kadang-kadang kelompok yang terbesar di Indonesia," tukas mantan anggota KPU untuk Pemilu 1999 ini.

Sementara Ridwan Saidi menilai, Pemerintahan Jokowi saat ini tidak memahami dengan kebijakan-kebijakan yang diambilnya. "Contoh terakhir yang diungkapkan Jokowi pada saat pertemuan negara-negara Islam atau OKI yang baru lalu. Jokowi menghimbau agar memboikot produk-produk Israel," kata Ridwan.

Karena, lanjut Ridwan, produk-produk Israel mana yang akan diboikot. "Karena setahu saya produk-produk dari Israel itu hanya senjata," terang Ridwan.

Begitu pun dengan kiblat ekonomi yang diarahkan ke China. Ridwan merasa heran sekaligus bertanya, apakah Jokowi mengetahui pada saat ini perekonomian China pun sedang tidak bagus alias anjlok.

"Makanya saya berani katakan, bahwa kebijakan-kebijakan yang kerap diambil Pemerintahan Jokowi ini tidak pernah jelas," tandasnya. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

UPDATE

KSP Kawal Pembangunan MRT Jakarta sebagai Proyek Strategis Nasional

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:24

BI Rate Naik Lagi Jadi 5,75 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:19

Putusan Hakim Tegaskan Keabsahan Tanda Tangan Ketum PPP dan Wasekjen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

PPKGBK Memverifikasi Penghuni Hotel Sultan Usai Eksekusi Pengosongan

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:17

Pemerintah Harus Benahi Kebijakan Domestik agar Investor Tak Kabur

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:10

PKB Usul Ambang Batas Parlemen 5 Sampai 7 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 16:01

Disinggung Aliran Duit ke Gus Yaqut, Fuad Hasan: Bahaya Kamu!

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:57

UMKM Binaan Pertamina Gelar Promo Gila-gilaan di Jakarta Fair 2026

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:55

Rapimnas II di Banten, KAMMI Teguhkan Arah Gerakan Kebangsaan

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:51

Pertamina Patra Niaga Pastikan Harga BBM Nonsubsidi Ikuti Formula Pasar

Kamis, 18 Juni 2026 | 15:48

Selengkapnya