Berita

farhat abbas/net

Farhat Abbas Lawan Sepadan JK

JUMAT, 11 MARET 2016 | 11:59 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB) Adhie M Massardi menunjuk advokat Farhat Abbas untuk mempidanakan Wapres Jusuf Kalla dan jurubicaranya, Husain Abdullah. Adhie sengaja menunjuk Farhat karena dinilainya bisa menjadi lawan sepadan bagi JK.

"Farhat Abbas punya kemampuan untuk melawan wapres dan jubirnya. Makanya saya tunjuk beliau biar wapres punya lawan yang seimbang," ujar Adhie kepada wartawan, Jumat (11/3).

Adhie mengatakan Farhat bisa menjadi lawan setimpal JK karena dia pernah menyatakan ingin jadi presiden. Karena itu dia berharap kasus yang akan dilaporkannya menjadi medan latihan bagi Farhat bagaimana meredam tingkah laku Wapres.


"Sehingga bila kelak jadi presiden, dia berani menindak wapresnya yang menyimpang, karena sudah punya pengalaman menghadapi wapres sungguhan," kata Adhie.

Selain Farhat, Adhie juga menunjuk advokat muda Niko Adrian. Adhie memilih Nico karena punya pengalaman nyata melawan penguasa dzalim yang korup. Pada 1998, Nico salah satu pemimpin lapangan dalam gerakan mahasiswa pro-reformasi di Ibukota.

Adhie berencana mempidanakan JK dan Husain Abdullah terkait kasus pencurian hak intelektual. Karya Adhie yang dibajak oleh Husain Abdullah berjudul Nomenklatur (Pelajaran Gratis untuk Pak Wapres) yang dimuat dalam rubrik Tebas (Tendangan Bebas) di salah satu media online (klik disini). Oleh Husain Abdullah hanya diubah namanya, menjadi Nomenklatur (Pelajaran Gratis untuk RR dan Komplotannya). Kalimat pembukanya persis: Langit runtuh. Kiamat seakan sudah dekat, dan seterusnya. Tulisan Husain Abdullah dimuat beberapa media online, antara lain fajaronline.com (klik disini).

Farhat Abbas sendiri mengatakan meskipun ada perubahan di sana-sini, tapi dari judulnya saja sudah sangat terbaca kalau tulisan Husain Abdullah merupakan produk plagiat murni alias pencurian hak intelektual.[dem]


Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

KPK Panggil 13 Saksi Kasus Mantan Wamen Imipas Silmy Karim

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:22

Gugatan PT KSS, Ahli Nilai Keputusan Kemenhub Timbulkan Konsekuensi Hukum

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:21

Mengenal Taufik Hidayat, Lelaki Paling Kejam Abad Ini

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:12

Laporan HAM PBB Sebut Israel Sengaja Targetkan Anak-Anak Palestina

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:01

Jakarta 499 Tahun: Birokrasi Modern Belum Cukup Tanpa Perspektif HAM.

Rabu, 24 Juni 2026 | 12:00

BKKBN: 8,1 Juta Keluarga di Indonesia Berisiko Stunting

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:41

Kisah Mantri Perempuan BRI Tempuh Pegunungan Toraja untuk Layani Nasabah di Wilayah 3T

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:29

Konbes–Munas NU Ploso Diwarnai Aksi Intimidasi dan Motif Kepentingan Pribadi

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:28

Prabowo Dianugerahi Lencana Emas Adi Bakti Tani-Nelayan Maha Utama

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:24

KPK Panggil Mulyono di Kasus Suap Bupati Muara Enim Edison

Rabu, 24 Juni 2026 | 11:18

Selengkapnya