Berita

Oesman Sapta

Oso Yakin Kopi Indonesia Mampu Dobrak Peringkat Satu Dunia

KAMIS, 10 MARET 2016 | 13:46 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Industri produk nasional seperti industri kopi harus mendapatkan perlindungan dari pemerintah dalam bentuk regulasi sehingga diharapkan akan meningkatkan kualitas dan kuantitas produk dalam negeri.

Wakil Ketua MPR RI Oesman Sapta mengatakan, hal tersebut sangat dimungkinkan sebab, pembentuk regulasi pasti akan merespon kepentingan dalam negeri, tinggal asosiasinya yang bergerak cepat dan tepat mendorong terciptanya regulasi yang bersahabat untuk para industriawan Indonesia.

"Ini sangat bergantung kepada asosiasinya, bagaimana asosiasi mendorong pemerintah untuk melindungi kepentingan-kepentingan dunia usaha termasuk para petani untuk saat ini saya mendorong agar industriawan bisa bergerak di semi finishing produk sehingga ada nilai tambah bagi setiap pihak yang yang bergerak di industri," ujar Oso sapaan akrabnya usai menghadiri dan menjadi pembicara dalam Focus Griup Discussion bertema "Tantangan dan Peluang Perdagangan Kopi Indonesia ke Depan' dalam rangkaian acara Rapat Umum Anggota ke-IX Asosiasi Eksportir dan Industi Kopi Indonesia (AEKI) 10-11 Maret di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (10/3).


Pangsa pasar produksi kopi di dunia, lanjut Oso, Indonesia sudah sangat baik ada di peringkat ketiga dunia setelah Brazil dan Vietnam.

"Tapi jangan merasa puas, Indonesia masih pasti mampu mendobrak pasar ke level lebih tinggi lagi di tataran global," demikian Senator asal Kalimantan Barat ini. [rus]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

UPDATE

Tanpa Laboratorium Kuat, RI Hanya Jadi Pasar Teknologi Asing

Sabtu, 18 April 2026 | 00:13

Megawati-Dubes Jerman Bahas Geopolitik dan Antisipasi Krisis Global

Sabtu, 18 April 2026 | 00:01

Mahasiswa ITB Goyang Erika

Jumat, 17 April 2026 | 23:39

Kereta Api Bakal Hadir di Tanah Papua

Jumat, 17 April 2026 | 23:21

Industri Kosmetik dan Logistik Wajib Halal Oktober 2026

Jumat, 17 April 2026 | 23:01

Revisi UU Pemilu Rawan jadi Bancakan Parpol

Jumat, 17 April 2026 | 22:36

Pesan Prabowo di Dharma Santi 2026: Jaga Harmoni, Perkuat Persaudaraan

Jumat, 17 April 2026 | 22:14

Menkop: Prabowo Tegaskan Negara Hadir Atur Ekonomi Lewat Kopdes

Jumat, 17 April 2026 | 21:45

Dewas Didesak Gelar Perkara Laporan terhadap Jubir KPK

Jumat, 17 April 2026 | 21:35

YLBHI Diminta Kembali ke Khitah Bela Masyarakat Marginal

Jumat, 17 April 2026 | 21:20

Selengkapnya