Berita

Gerry van Klinken/net

Gerry van Klinken: Kelas Menengah Indonesia Semakin Berpengaruh

KAMIS, 10 MARET 2016 | 08:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Populasi kelas menengah Indonesia meningkat pesat dan semakin berpengaruh. Kelas menengah ini senang dengan politik dan memiliki kecenderungan beragama yang konservatif.

Demikian disampaikan peneliti senior dari Netherlands Institute for Southeast Asian and Caribbean Studies (KITLV) Leiden, Gerry van Klinken, dalam diskusi dengan tema "Konservatisme dan Pengalaman Beragama Kelas Menengah Indonesia" di Centre for Dialogue and Cooperation among Civilisations (CDCC) dalam rangka milad ke-52 Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

Diskusi yang dipandu Direktur Eksekutif CDCC Alpha Amirrachman, ini juga menghadirkan Sudarnoto Abdul Hakim dari PP Muhamadiyah dan Jajang Jahroni  dari PB Nahdlatul Ulama.


Menurut Gerry, kelas menengah ini tidak menempati kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya namun menempati kota-kota "menengah" di tingkat provinsi seperti Kupang, Pekalongan, dan cenderung mendekatkan diri dengan kalangan birokrat. Berbeda dengan keleas menegah di Amerika dan Inggris, kelas menengah Indonesia lebih mencintai negara, menolak pasar besar, mengutamakan putra daerah, dan menguasasi daerahnya melalui jalur informal.

Menurut Gerry, umumnya kelas menengah ke atas puas dengan penghasilannya, berbeda dengan kelas menengah ke bawah yang menunjukkan korelasi pendidikan dengan pekerjaan dan penghasilan dalam mempengaruhi pilihan politik.

Gerry juga menengarai ternyata masyarakat kelas menengah atas tidak terlalu memaksakan hukum agama, namun kelas menengah ke bawah ternyata lebih mendukung syariah, karena itu Perda syariah populer di kota-kota menengah.  

"Walau hal ini tidak berhubungan denga terorisme, tapi berkorelasi dengan konservatif atau progresifnya sebuah masyarakat," ungkap Gerry. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya