Berita

Kadin: Program Lingkungan Harus Konsisten dan Sustainable!

RABU, 09 MARET 2016 | 23:42 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

RMOL. Wakil Ketua Unum Kadin bidang Lingkungan, Jacob Hendrawan mengatakan, program lingkungan hidup yang dicanangkan oleh Pemerintah saat ini harus dilaksanakan secara konsisten dan berkelanjutan.

"Sebagai patner pemerintah, Kadin terus mendukung, mengawal, dan mengoreksi program-program lingkungan yang berdampak negatif khususnya pada dunia perdagangan dan industri di tanah air. Dan sebagai penyeimbang, Kadin akan menjembatani, serta memfasilitasi program pemerintah yang berjalan tanpa merugikan masyarakat industri dan stakeholder lainnya. Karenanya program lingkungan ini harus konsisten dan berkesinambungan," kata Jacob di Jakarta, baru-baru ini.

Ke depan, menurut Jacob, Kadin berupaya terus mengeliminasi kerusakan lingkungan dan dampak yang diakibatkan dari penggunaan bahan-bahan produksi yang menimbulkan limbah. "Karenanya, Kadin tiada henti mensosialisasikan peran serta masyarakat terhadap perhatian dan pemeliharaan lingkungan hidup bersama -sama dengan pemerintah," ujarnya.


Adapun langkah-langkah konkrit yang dilakukan, menurut Jacob, Kadin bekerjasama dengan pihak terkait baik pemerintah maupun lembaga-lembaga profesional yang berkaitan dengan masalah lingkungan hidup untuk bersama-sama melakukan penyuluhan, seminar, training, bimbingan teknis dan pedoman-pedoman lainnya sebagai upaya menciptakan lingkungan hidup yang bebas dari pencemaran atau bahkan berakibat pada rusaknya fisik alam dan ekosistim. Dan, secara bertahap kegiatan-kegiatan itu akan dilakukan dengan melibatkan industriawan maupun lembaga-lembaga konsumen baik di pusat maupun di daerah.

Saran Kadin terhadap segala upaya untuk mengatasi problem lingkungan hidup adalah bahwa program yang sudah baik perlu dikawal pelaksanaan nya dan diamankan konsistensinya. Kadin akan bekerja sama dengan lembaga-lembaga lain baik private, swasta ataupun peneliti-peneliti dalam dan luar negeri.

Sementara untuk dapat mengawal program-program lingkungan hidup ini maka Kadin akan meningkatkan kemampuan pengurus dan para anggotanya dengan melakukan peningkatan kemampuan personilnya melalui training dan seminar ataupun diskusi yang rutin dan berkesinambungan dengan lembaga terkait baik lokal maupun internasional.

"Ini dimaksudkan agar Kadin mampu bersanding dengan pemerintah ataupun lembaga lain yang berprofesi mengamankan dan menjaga lingkungan dari segala pencemaran terutama berasal dari masyarakat industri," imbuhnya.

Terkait program 'plastik berbayar' yang belakangan sudah berjalan, menurut Jacob adalah edukasi positif bagi masyarakat agar memahami tentang kebaikan lingkungan di sekitarnya. Sementara bagi industriawan agar supaya peduli terhadap hasil negatif yang diakibatkan oleh hasil produknya.

"Pada prinsipnya upaya membuat program " plastik berbayar " ini positif. Itu dimaksudkan agar masyarakat dan produsen tidak semena-mena menggunakan plastik-plastik dan membuangnya begitu saja, dimana dampak negatif terhadap lingkungan amat jelek dan berbahaya. Masyarakat harus dibiasakan untuk paham bahwa ini merupakan sebuah edukasi positif bagi kebaikan lingkungan hidup, dan masyarakat industriawan dipaksa untuk ikut peduli terhadap hasil negatif dari produknya," kata Jacob.

Bilamana perlu, lanjut Jacob masyarakat dan industriawan melakukan research untuk memikirkan dampak negatif dari hasil produksiya. Dan masyarakat juga mulai di edukasi tentang penggunaan kantong belanja dari kertas sebagaimana telah dilakukan oleh negara-negara maju. Kertas terbuat dari bahan dasar yang tergantikan dan terbarukan. Produksi tanaman pohon pinus dapat dikembangkan dengan mudah dan hutan-hutan pinus bisa diciptakan cukup mudah di tanah air ini.

"Yang penting dari program plastik berbayar ini adalah bagaimana me-manage keuangan asal konsumen plastik ini. Dan, jangan sampai dana-dana dari masyarakat ini bocor dan tidak tahu arah dan manfaatnya," pungkas Jacob. [sam]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya