Berita

rachmawati/net

Rachmawati: Memang Apa Yang Bisa Dilakukan Jokowi Untuk Palestina?

SENIN, 07 MARET 2016 | 14:15 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sudah lama rakyat Palestina ingin merdeka dari Israel yang didukung oleh Amerika Serikat (AS). Hal yang sama juga dirasakan oleh masyarakat Korea Utara yang tak luput dari intervensi AS. Bahkan di Semananjung Korea ada 20 ribu tentara AS.

Demikian dikatakan politikus senior Rachmawati Soekarnoputri. Rachmawati pun mempertanyakan sikap Indonesia yang disampaikan Presiden Jokowi dalam KTT Luar Biasa Orgnanisi Kerjsama Islam (OKI), yang nampak tegas memperjuangkan kemerdekaan Palestina. Padahal bukan rahasia lagi bila pemerintahan Jokowi merupakan subordinat dari AS.

"Apa yang dapat dilakukan penguasa sekarang terhdp Palestina? Padahal konon, intelijen Indonesia juga bekerjasama dengan intelijen Israel, Mosad, dan bahkan konon ada 12 orang perwira Indonesia dikirim untuk belajar pada Mosad," ungkap Rachma beberapa saat lalu (Senin, 7/2).


Rachma mengingatkan bahwa prinsip Bung Karno dalam pidato "To Built the World Anew" adalah menarik garis antara new emerging forces (Nefos) versus old establish forces (oldeofos). Dengan demikian, pemerintahan Jokowi tak perlu menggunakan standar ganda dalam menghadapi Nekolim.

"Faktanya tidak terlihat peranan penguasa Indonesia terhadap masalah Irak, Korea Utara dan lain-lain di banyak belahan dunia akibat cmpur tangan negara adikuasa. Dan Soekarno menjadi pajangan atau komoditi abal-abal, kecuali karena mungkin melirik petro dolar," demikian Rachma. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya