Berita

Risma Ajak Kader PDIP Papua Kerja Keras Menangkan Pilkada 2017

JUMAT, 04 MARET 2016 | 21:34 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Semua kader PDI Perjuangan di Tanah Papua harus  bekerja keras memenangkan Pilkada tahun 2017.

‎Demikian ajakan ‎Walikota Surabaya Tri Rismaharini dalam temu kader dan memberi semangat kepada sejumlah pimpinan PDIP tingkat kabupaten dan kota, anggota DPRD Provinsi dan Kota Jayapura, pengurus tingkat kecamatan hingga kelurahan di Jayapura,Jumat malam (4/3).‎ 

‎"Daerah-daerah yang nanti akan pilkada harus bisa kita menangkan. Dan, kerja keras itu dimulai dari sekarang. Kita pasti bisa. Tidak ada yang tidak bisa," kata Risma. 

‎Risma mengingatkan, pada tahun 2017 nanti, di Papua akan digelar pilkada di 11 kabupaten dan kota, termasuk Kota Jayapura. Risma tidak henti-hentinya memuji hasil kerja Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano. 

‎"Tahun 2017, kita harus berupaya Pak Wali menang lagi. Karena dipimpin beliau, Jayapura telah diakui banyak berubah.‎ Saya katakan, Jayapura itu mempunyai masa depan," puji Risma. 

‎Untuk menegaskan kesungguhan hatinya, Risma menyatakan siap jika ditugaskan ikut membantu kemenangan PDIP dalam Pilkada di Papua tahun 2017.‎ 

‎"Saya siap ditugaskan menjadi juru kampanye. ‎Saya mencintai PDI Perjuangan. Karena partai ini sesuai hati nurani saya, yaitu memperjuangkan rakyat kecil," tegas Risma. 

‎Sebelumnya, Walikota Jayapura Benhur Tommi Mano menegaskan, ia hanya mendaftar di PDIP. "Jika tidak direkom oleh partai, saya akan maju dari jalur independen. Saya tidak akan mendaftar ke partai lain," kata Benhur.‎ 

‎‎Seperti Risma, Benhur juga mengidamkan PDIP tumbuh semakin besar di Papua, baik dalam kemenangan pilkada maupun penambahan kursi di legislatif pada Pemilu 2019. 

‎‎"Saya kader PDI Perjuangan. Saya ingin partai ini besar di Papua. Dan, jika partai ini ingin besar, harus dimulai dari hati," demikian Benhur. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya