Berita

Politik

Sekjen ProDem: Sudirman Said Londo Ireng

KAMIS, 03 MARET 2016 | 10:06 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Jaringan Aktivis Pro-Demokrasi (ProDem) mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk membersihkan kabinet kerja dari para londo ireng.

"Banyak sekali pejabat londo ireng yang jual kebijakan untuk korporasi asing, salah satunya Sudirman Said. Sepak terjangnya selalu membela kepentingan asing daripada kepentingan nasional," kata Sekjen ProDem, Satyo P Komeng, Kamis (3/3).
 
Londo ireng merupakan sindiran untuk pejabat yang ringan menjadi kaki tangan asing sehingga menyebabkan tidak berdikarinya bangsa. Sudirman Said, kata Satyo, nyata-nyata lebih membela kepentingan asing dari pada kepentingan nasional. Misalnya terkait proyek listrik 35 ribu megawatt, perpanjangan kontrak Freeport dan yang paling mutakhir soal ladang Gas Blok Masela.


"Sudirman Said adalah bagian dari organisasi pembajak Nawacita dan Trisakti. Dia menganut paham ideologi "sales", sering menjadi juru bicara dan pembela kepentingan asing," imbuhnya.

Satyo menyatakan Sudirman Said yang bermental penjajah bahkan berani melanggar UU. Pelanggaran UU yang dilakukan antara lain terkait pemberian izin perpanjangan eksplorasi Freeport, dan pungutan dana ketahanan pajak dari penjualan BBM.

Jika dibiarkan, lanjut dia, sepak terjang Sudirman di kabinet yang selalu membela kepentingan asing bisa membahayakan posisi Presiden Jokowi. Sudirman juga sering melakukan tindakan insubordinasi alias melakukan pembangkangan bahkan mensabotase arahan presiden.

Sabotase terbaru yang dilakukan Sudirman Said terkait pengelolaan gas Blok Masela di Maluku. Sejatinya, gas abadi di Blok Masela bukan sekedar sumber devisa Negara, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Maluku.

"Arahan presiden jelas maunya di darat agar ekonomi masyarakat di sekitarnya dapat terkerek dengan baik, tapi Sudirman Said dan para gerombolannya memaksakan di laut atau terapung," imbuh dia.[dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

UPDATE

Momen Haru, Teddy Kenang Perjalanan Gubernur Pramono di Kantor Setkab

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:16

Fondasi Membangun Ekosistem Informasi yang Sehat di Era Digital

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:14

Jangan Sampai Pengunduran Diri Gubernur BI Picu Gejolak Pasar

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:11

PDIP Soroti Kasus Febrie: Penegakan Hukum Tidak Boleh Tebang Pilih

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:07

Kuasa Hukum Nadiem Laporkan Dugaan Pelanggaran Etik dan Intimidasi Saksi ke KY

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:04

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KDKMP Diklaim Bisa Tambah Pendapatan Petani hingga Rp263 Triliun

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:59

Transformasi Digital BRI Pacu Pertumbuhan Bisnis Merchant dan Transaksi QRIS

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:51

Chad Ikuti Jejak Burkina Faso, Mali, dan Niger Keluar dari ICC

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:49

Hasto Ogah Tanggapi Kaesang Maju Nyaleg di Jateng

Selasa, 28 Juli 2026 | 15:36

Selengkapnya