Jaringan Aktivis Pro-Demokrasi (ProDem) mengingatkan Presiden Joko Widodo untuk membersihkan kabinet kerja dari para londo ireng.
"Banyak sekali pejabat londo ireng yang jual kebijakan untuk korporasi asing, salah satunya Sudirman Said. Sepak terjangnya selalu membela kepentingan asing daripada kepentingan nasional," kata Sekjen ProDem, Satyo P Komeng, Kamis (3/3).
Londo ireng merupakan sindiran untuk pejabat yang ringan menjadi kaki tangan asing sehingga menyebabkan tidak berdikarinya bangsa. Sudirman Said, kata Satyo, nyata-nyata lebih membela kepentingan asing dari pada kepentingan nasional. Misalnya terkait proyek listrik 35 ribu megawatt, perpanjangan kontrak Freeport dan yang paling mutakhir soal ladang Gas Blok Masela.
"Sudirman Said adalah bagian dari organisasi pembajak Nawacita dan Trisakti. Dia menganut paham ideologi "sales", sering menjadi juru bicara dan pembela kepentingan asing," imbuhnya.
Satyo menyatakan Sudirman Said yang bermental penjajah bahkan berani melanggar UU. Pelanggaran UU yang dilakukan antara lain terkait pemberian izin perpanjangan eksplorasi Freeport, dan pungutan dana ketahanan pajak dari penjualan BBM.
Jika dibiarkan, lanjut dia, sepak terjang Sudirman di kabinet yang selalu membela kepentingan asing bisa membahayakan posisi Presiden Jokowi. Sudirman juga sering melakukan tindakan insubordinasi alias melakukan pembangkangan bahkan mensabotase arahan presiden.
Sabotase terbaru yang dilakukan Sudirman Said terkait pengelolaan gas Blok Masela di Maluku. Sejatinya, gas abadi di Blok Masela bukan sekedar sumber devisa Negara, tetapi juga menjadi motor penggerak pembangunan, kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat Maluku.
"Arahan presiden jelas maunya di darat agar ekonomi masyarakat di sekitarnya dapat terkerek dengan baik, tapi Sudirman Said dan para gerombolannya memaksakan di laut atau terapung," imbuh dia.
[dem]