Berita

kuntoro mangkusubroto/net

Mempertanyakan Etika Kuntoro Mangkusubroto

SENIN, 29 FEBRUARI 2016 | 10:26 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Keterlibatan Komisaris Utama PT PLN Kuntoro Mangkusubroto sebagai bagian dari firma konsultan Tridaya Advisory tidak bisa dianggap sepele sebagai persoalan ringan.

Tridaya Advisory adalah firma konsultan milik mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Erry Riyana Hardjapamekas. Selain Kuntoro Mangkusubroto, firma konsultan itu juga diperkuat seorang pengacara yang pernah mendampingi mantan Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam megaskandal danatalangan untuk Bank Century.

Sejak akhir Agustus 2015, Tridaya Advisory secara resmi menjadi konsultan Inpex, perusahaan asal Jepang yang memiliki hak kelola ladang gas Blok Abadi Masela. Di dalam dokumen internal Tridaya Advisory disebutkan bahwa perusahaan itu sejak Januari 2015 aktif terlibat mendampingi Inpex Masela dalam membicarakan rencana pembangunan kilang terapung di Masela.


Dokumen lain yang beredar adalah tabel anggaran dari Inpex Masela. Judul tabel itu Expected Budget for Worst Case-JV Budget. Di dalam tabel yang menggunakan satuan seribu dolar AS ini disebutkan dua jenis pembiayaan terkait rencana membangun kilang terapung di Masela, yakni pembiayaan proyek (Project Cost) dan pembiayaan administrasi (Administration Cost).

Di bawah pembiayaan proyek ada dua kegiatan yang memiliki kaitan langsung dengan Kuntoro Mangkusubroto. Pertama, Business Planning and Strategic Improvement senilai 300 ribu dolar AS. Pada bagian catatan (Remarks) tabel ini disebutkan "Advisory contract for Pak Kuntoro 2015-16."

Kedua, Strategic Consultant Services senilai 700 ribu dolar AS. Pada bagian catatan mata anggaran ini dituliskan "Advisory contract for Pak Kuntoro 2016-17 and HR Consultant."

Bukan kali ini Kuntoro Mangkusubroto melakukan hal demikian. Dirinya juga pernah tercatat menjadi komisaris di perusahaan asing, yakni PT Unilever Indonesia antara 2003 sampai setidaknya 2008, dan PT Holcim Indonesia untuk periode yang kurang lebih sama.

Masalahnya, dalam periode tersebut, Kuntoro sempat dipercaya Susilo Bambang Yudhoyono sebagai Kepala Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Nias. [dem]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Songsong Pembalap Muda Menuju Pentas Dunia

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:56

Catatan Hari Pelaut Sedunia 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:34

284 Petembak Siap Bertarung dalam Kejurnas Menembak ISSF 2026

Rabu, 24 Juni 2026 | 01:17

Lembaga Peradilan Khusus Pemilu Perlu Dibentuk Demi Wujudkan Keadilan

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:50

Pembangunan Hotel Prima Katulampa Harus Dihentikan, Ini Sebabnya

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:30

Mahasiswa dan Dalang

Rabu, 24 Juni 2026 | 00:10

Kejati Sultra Geledah Rumah Bos Tambang hingga Rujab Wabup Kolaka

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:48

PDIP yang Overthinking, Bukan Pemerintah yang Panik

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:32

Kemensos Mulai Operasikan Dua SR Permanen di Pasuruan Bulan Depan

Selasa, 23 Juni 2026 | 23:16

PDIP Desak Wapres Gibran Klarifikasi Soal "Uang Sogok" ke Mahasiswa UBK

Selasa, 23 Juni 2026 | 22:45

Selengkapnya