Berita

Kuntoro Mangkusubroto/net

Kuntoro Cs Itu Konsultan Atau Lobbyist Blok Masela?

SENIN, 29 FEBRUARI 2016 | 09:25 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Dokumen konsultasi yang diberikan Tridaya Advisory kepada Inpex Masela terkait dengan pengelolaan Blok Masela menunjukkan bahwa rekam jejak orang-orang yang selama ini dikenal bersih dan suka membela Komisi Pemberasan Korupsi (KPK) juga harus dibongkar sehingga publik tak kecele.

Demikian disampaikan Direktur Segitiga Institut, Muhamad Sukron. Pernyataan Sukron ini terkait dengan beredarnya dokumen konsultasi tertanggal 11 Desember 2015.  Disebutkan dalam dokumen tersebut bahwa walaupun perjanjian antara keduanya baru ditandatangani pada 28 Agustus 2015, namun sejak Januari 2015 Tridaya Advisory aktif berkomunikasi dan memberikan saran kepada Inpex Masela serta ikut dalam berbagai pertemuan yang dilakukan Inpex Masela dengan pihak-pihak lain.

Dokumen ini mencuat di tengah isu pengucuran uang bernilai besar dari Inpex Masela kepada firma konsultan Tridaya Advisory. Belakangan diketahui bahwa konsultan yang mendampingi Inpex itu diperkuat oleh sejumlah tokoh termasuk di dalamnya Kuntoro Mangkusubroto yang saat ini adalah Komisaris Utama PT PLN Persero.


Tridaya Advisory, nama firma konsultan itu, dipimpin Erry Riyana Hardjapamekas, salah seorang mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang diduga memiliki kaitan dengan kemandegan beberapa kasus "big fish" yang ditangani KPK, termasuk megaskandal danatalangan untuk Bank Century. Sementara Kuntoro Mangkusubroto diketahui memiliki hubungan erat dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said. Keduanya pernah bersama-sama bekerja di Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh pasca tsunami 2004.

"Nah pertanyaan kita, Kuntoro Cs itu sebenarnya lobbyist atau konsultan? Mereka dibayar sebagai lobbyist atau konsultan? Terkait dengan isu 1 juta dolar AS, itu kan invoice yang tercatat. Lalu apakah ada fee yang tidak tercatat?"  kata Sukron kepada Kantor Berita Politik RMOL beberapa saat lalu (Senin, 29/10).
g
Karena itu, Sukron kembali menegeskan dan menantan KPK untuk masuk ke persoalan ini. Jelas-jelas terkait dengan blok abadi, yang berkaitan dengan kepentingan nasional dan juga penerimaan negara.

"Berani tidak KPK? Itu yang kita tunggu," tegas Sukron. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Trump Singkirkan Opsi Senjata Nuklir di Perang Iran

Jumat, 24 April 2026 | 16:14

Pengamat Bongkar Motif Ekonomi di Balik Serangan Trump ke Iran

Jumat, 24 April 2026 | 15:44

BPKH Pastikan Nilai Manfaat Dana Haji Kembali ke Jemaah

Jumat, 24 April 2026 | 15:38

40 Kloter Berangkat di Hari Keempat Operasional Haji, Satu Jemaah Wafat

Jumat, 24 April 2026 | 15:31

AHY Pastikan Sekolah Rakyat hingga Tol Jogja-Solo Berjalan Optimal

Jumat, 24 April 2026 | 15:24

Bahlil Harusnya Malu, Tugas Menteri ESDM Dikerjakan Presiden

Jumat, 24 April 2026 | 15:13

Iran Bebaskan Tarif Hormuz untuk Rusia dan Sejumlah Negara

Jumat, 24 April 2026 | 14:46

KPK Periksa Saksi Terkait Rp8,4 Miliar yang Disebut Khalid Basalamah

Jumat, 24 April 2026 | 14:43

Anak Buah Zulhas Sangkal KPK: Jabatan Ketum Tak Bisa Diintervensi

Jumat, 24 April 2026 | 14:17

Dorong Kartini Melek Digital, bank bjb Genjot UMKM Naik Kelas

Jumat, 24 April 2026 | 14:16

Selengkapnya