Berita

PDIP Akan Terus Menyatu Dengan Rakyat

MINGGU, 21 FEBRUARI 2016 | 19:35 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. PDI Perjuangan harus menjadikan kemenangan di pileg, pilpres dan pilkada serentak sebagai ujian. Kader PDIP tak bisa sekedar berbangga diri dan dipenuhi euforia politik. Akan tetapi tugas PDIP untuk turun dan menyatu dengan rakyat.

‎"Kader PDIP harus selalu ingat untuk menangis dan tertawa bersama rakyat. Kader dan kepala daerah PDIP harus menunjukkan kepedulian kepada rakyat,"‎ demikian disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat membuka Rapat Kerja Daerah (Rakerda) DPD PDIP Jawa Timur, di Surabaya (Minggu, 21/2).‎ 

‎‎Rakerda dihadiri seluruh struktur partai se-Jawa Timur. Ketua DPD PDIP Jawa Timur. Para kepala daerah yang diusung PDIP di wilayah Jawa Timur juga hadir termasukWalikota Surabaya Tri Rismaharini. Sejumlah anggota DPR dari daerah pemilihan Jawa Timur pun tampak hadir. 

‎Sementara, dari unsur pengurus pusat partai, terlihatWakil Sekjen PDIP Ahmad Basarah bersama Ketua DPP Bambang DH dan Mindo Sianipar. 

‎Hasto mengingatkan bahwa kemenangan di pemilu lalu menjadi tugas bersama menjaganya untuk bisa terus mendapat dukungan dari rakyat. 

‎"Kita harus waspada dan menjaga soliditas. Bila ada persoalan diselesaikan ditingkat internal," ujarnya.  

‎Dalam kesempatan itu, Hasto memaparkan hasil survei mengenai partai politik. Berdasarkan survei itulah, PDIP masih menempati urutan teratas yang dipilih rakyat. Namun, menurut Hasto, PDIP juga harus tahu apa yang harus ditingkatkan dan menggunakan kemenangan itu untuk meningkatkan kepedulian kepada masyarakat. 

‎Untuk itulah, Rakerda menjadi ‎ajang konsolidasi partai tidak hanya dengan struktur tapi juga kepala daerah berasal dari PDIP. 

‎PDIP harus menyatukan kekuatan dan harus bisa membumikan ajaran Trisakti Bung Karno. Saatnya sekarang melakukan kerja-kerja nyata dengan turun ke bawah. Ajaran Trisakti dijalankan," ucap Hasto.‎ [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya