Berita

Sekjen PDIP: Masukan Kampus Bisa Kuatkan Peran Partai

SENIN, 15 FEBRUARI 2016 | 21:18 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

‎. Untuk menguatkan peran partai, PDI Perjuangan menawarkan kepada kampus untuk memberikan kritikan dan masukan kepada partai politik.

‎Hal ini disampaikan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto saat melakukan audiensi dengan Rektor Unpad‎ Tri Hanggono Achmad‎ di Kampus Unpad, Bandung, Jawa Barat (Senin, 15/2). 

‎‎"Sebab, Negara akan kuat bila partai politik juga kuat," ujar‎ Hasto kepada Rektor Unpad.‎ 

‎Tri Hanggono Achmad‎ mengatakan Kampus Unpad pun ingin memberikan k‎ontribusi untuk kepentingan masyarakat.‎ 

‎‎"Memang seharusnya seperti itu. Sebagaimana Negara hadir ditengah masyarakat maka Perguruan Tinggi Negeri pun juga harus hadir dan memberikan manfaat bagi rakyat," ucap Tri. 

‎‎Hasto menyampaikan salam Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri kepada keluarga besar Kampus Unpad. 

‎‎"PDIP mengapresiasi karena banyak kader PDIP yang kuliah d‎i Unpad dan memperoleh gelar doktor di Unpad," ucap Hasto menirukan ucapan Megawati. 

‎Hasto menceritakan dirinya baru saja memberikan kuliah umum kepada ratusan mahasiswa FISIP Unpad mengenai koalisi partai politik di parlemen. 

‎‎"Kehadiran di kampus ini untuk menerima kritikan dan masukan dari akademisi. Tadi, saya menyampaikan pandangan dalam perspektif politik praktis. Saya juga sempat menggambarkan bagaimana pengalaman 32 tahun PDIP melawan kekuasaan," papar Hasto. 

‎Menurut Hasto, PDIP terbuka menerima kritikan dan masukan yang substansi terkait sejumlah hal yang bisa dimasukan dalam Rancangan Undang-Undang. 

‎"Salah satunya terkait penyelenggara pileg dan pilres serentak," tambah Hasto. 

‎Dalam kesempatan itu, Hasto didampingi sejumlah anggota dewan Provinsi Jawa Barat asal Fraksi PDIP. Sementara, Tri didampingi oleh Muradi, Ketua Program Pasca Sarjana Ilmu Politik Universitas Padjajaran.‎[ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya