Berita

ilustrasi/net

Pakai Gas Bumi PGN, 20.000 Rumah Tangga Di Medan Bisa Hemat

KAMIS, 04 FEBRUARI 2016 | 09:57 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Lebih dari 50 tahun PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) hadir untuk negeri. Salah satu wilayah yang mendapatkan manfaat energi baik gas bumi PGN adalah Kota Medan, Sumatera Utara. Saat ini ada 20.000 rumah tangga di kota ini yang memasak menggunakan bahan bakar gas bumi.

Banyak manfaat yang dirasakan rumah tangga yang memasak menggunakan gas bumi, salah satunya seperti diutarakan Aisyah, warga Perumahan Beringin VIII, Gaperta Medan. Ibu rumah tangga ini sudah menjadi pelanggan PGN selama 5 tahun terakhir.

"Sudah 5 tahun saya jadi pelanggan PGN, selama memasak pakai gas bumi semuanya aman, saya tidak khawatir meledak, apinya juga biru dan masakan cepat matang," ujar Aisyah, Kamis (4/2).


Ia menambahkan, manfaat paling dirasakannya adalah hemat karena setiap bulan dirinya hanya membayar tagihan pemakaian gas bumi kurang dari Rp 50.000/bulan.

"Saya masak makanan setiap hari, dari mulai membuat sarapan pagi, masak makan siang dan malam, tetapi rekening yang saya bayar setiap bulannya tidak sampai Rp 50.000/bulan. Sungguh sangat senang memakai gas PGN dibanding dengan bahan bakar lainnya," ungkapnya.

Ibu dua anak ini menambahkan lagi, keuntungan lainnya masak pakai gas bumi yakni tidak perlu khawatir kehabisan gas. Apalagi PGN aktif melakukan sosialisasi cara penggunaan gas bumi, bagaimana cara menanggulanginya bila terjadi kebocoran.

"Pakai gas bumi sangat sefety banget, tidak takut meledak atau bocor, dan gasnya tidak takut habis karena mengalir terus 24 jam. Kapan saja saya ingin memasak makanan, gas tetap tersedia sehingga saya tidak susah-susah harus mengganti tabung dengan tabung baru bila gasnya habis," tutup Aisyah.

Kepala Area PGN Medan Sabaruddin mengatakan, PGN terus berkomitmen untuk memperluas pemanfaatan gas bumi. Di Medan misalnya, selain melayani pelanggan rumah tangga, PGN juga mengalirkan gas bumi bagi berbagai segmen mulai dari UKM, komersial (rumah sakit, mal) dan industri.

"Khusus di Medan, selain pelanggan rumah tangga yang jumlahnya sekarang 20.000 pelanggan, PGN juga menyalurkan gas ke 50 industri besar di Medan, lalu sekitar 500 pelanggan komersial seperti restoran, hotel, hingga rumah sakit," kata Sabaruddin.

Kepala Komunikasi Korporat PGN Irwan Andri Atmanto menambahkan, PGN setiap tahunnya terus menambah infrastruktur gas bumi untuk memperluas pemakaian gas bumi, baik untuk rumah tangga, industri, komersial (hotel, mall, rumah sakit), Usaha Kecil Menengah (UKM), pembangkit listrik dan transportasi.

Hingga akhir Januari 2016 panjang pipa  yang dimiliki PGN lebih dari 6.971 km. "Infrastruktur gas bumi PGN tersebut dibangun dengan menggunakan dana PGN sendiri dan tidak memakai dana APBN," kata Irwan.

PGN telah mengalirkan gas bumi bagi lebih dari 107 ribu rumah tangga. Adapun pelanggan industri dan pembangkit listrik mencapai 1.529​, komersial  dan Usaha Kecil Menengah sebanyak 1.857 pelanggan.​

PGN menyalurkan gas bumi mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Sumatera Selatan, Lampung, DKI Jakarta, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"PGN juga telah mendapatkan penugasan dari pemerintah untuk mengelola dan mengoperasikan jaringan gas bumi untuk rumah tangga di 11 kota/kabupaten sebanyak 43.334 sambungan rumah tangga, mulai dari, Semarang, Blora, Bogor, Cirebon, Palembang, Surabaya, Tarakan hingga Sorong Papua," ungkap Irwan.

Selain itu pada 2016 ini PGN juga mendapatkan penugasan dari Kementerian ESDM untuk membangun sebanyak 49.000 jargas rumah tangga. [ysa]

Populer

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Camat hingga Dirut PDAM Kota Madiun Digarap KPK

Kamis, 16 April 2026 | 13:50

UPDATE

Wacana Pileg 2029 Seperti Liga Sepak Bola Mencuat, Partai Baru Tarkam Dulu

Sabtu, 25 April 2026 | 01:54

Bahlil Bungkam soal Isu CPO dan Kenaikan Harga Minyakita

Sabtu, 25 April 2026 | 01:31

Yuddy Chrisnandi Ajak FDI Bangun Dapur MBG di Daerah Tertinggal

Sabtu, 25 April 2026 | 01:08

Optimalisasi Selat Malaka Harus Lewat Infrastruktur Maritim, Bukan Pungut Pajak

Sabtu, 25 April 2026 | 00:51

Kejari Jakbar Fasilitasi Isbat Nikah Massal bagi 26 Pasutri

Sabtu, 25 April 2026 | 00:30

Kemampuan Diplomasi Energi Bahlil Sering Diolok-olok Netizen

Sabtu, 25 April 2026 | 00:09

Kinerja Bareskrim Dinilai Makin Tajam Usai Bongkar Kasus Strategis

Jumat, 24 April 2026 | 23:58

Ketegasan dalam Peradilan Militer Menyangkut Keamanan Negara

Jumat, 24 April 2026 | 23:33

Kebijakan Bahlil Dicap Auto Pilot dan Sering Bahayakan Rakyat

Jumat, 24 April 2026 | 23:09

KPK Diminta Sita Aset Kalla Group Jika Gagal Bayar Proyek PLTA Poso

Jumat, 24 April 2026 | 22:48

Selengkapnya