Berita

ilustrasi/net

Pasokan Gas Bumi PGN Bikin Indonesia Hemat Rp 88 Triliun

RABU, 03 FEBRUARI 2016 | 10:48 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

. Sepanjang 2015, PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk  (PGN) menyalurkan gas bumi sebesar 1.586 juta kaki kubik per hari (MMScfd). Jumlah ini membuat Indonesia menghemat Rp 88,03 triliun.

Hal tersebut terungkap dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Komisi VII DPR dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Migas) IGN Wiratmaja Puja, dengan Direksi PT Pertamina (Persero) dan PT PGN (Selasa, 2/2).

"Hingga akhir Januari 2016 PGN sudah membangun infrastruktur pipa sepanjang 6.971 kilometer (km). Ini merepresentasikan sekitar 76 persen dari jaringan pipa gas hilir di Indonesia," kata Direktur Utama PGN Hendi Prio Santoso, dalam paparannya.


Hendi mengatakan, dengan infrastruktur pipa tersebut, sepanjang 2015 PGN mengelola dan menyalurkan gas bumi sebanyak 1.586 MMScfd. Ini setera dengan penggunaan 286.000 barel minyak per hari. Pengelolaan ini setara dengan 22 persen dari seluruh pemanfaatan gas bumi di Indonesia.

"Dengan penyaluran gas sebanyak 1.5586 MMScfd ini, potensi penghematan dari pemanfaatan gas yang dikelola PGN bagi nasional di 2015 sebesar Rp 88,03 triliun," ungkap Hendi.

Ketua Komisi VII DPR, Gus Irawan Pasaribu 'kaget' mengetahui besarnya potensi penghematan nasional bagi negara dari penggunaan gas bumi. Apalagi produksi gas bumi Indonesia masih sangat besar, dan sebagian masih dijual ke luar negeri.

"Loh ini besar sekali angka penghematannya, kenapa ini kita tidak dorong. Bayangkan saja, tahun 2015 Indonesia bisa hemat Rp 88 triliun walaupun harga minyak sedang turun. Kalau harga minyak tinggi, saya yakin penghematannya bisa jauh lebih besar," kata Gus Irawan.

Apalagi kata Gus Irawan, PGN sudah menyalurkan gas bumi yang harganya jauh lebih murah dibandingkan penggunaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) bagi rumah tangga di Indonesia. Selain itu, penggunaan gas bumi tanpa subsidi, artinya tidak membebani negara.

"Dari paparan PGN, mereka menyalurkan gas bumi untuk rumah tangga sebanyak 107.690 rumah, jumlah ini cukup besar walaupun tadi dibilang penyaluran gas ini tidak ekonomis bagi PGN. Ini harusnya kita apresiasi, ada BUMN seperti PGN yang bangun jaringan gas tanpa uang negara (APBN) walau tidak ekonomis, mau menyalurkan gas untuk rumah tangga sebanyak itu," jelasnya.

"Ini harus kita dorong, apalagi gas kita banyak, sebelumnya banyak kita ekspor, walau dari tahun lalu ekspor makin berkurang dan produksi gas kita banyak digunakan ke domestik," tutup Gus  Irawan. [ysa]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

UPDATE

Ruang Digital Kondusif Faktor Penting Jaga Stabilitas Ekonomi dan Politik

Rabu, 05 Agustus 2026 | 04:03

Dibungkam Maung Bandung 2-1, STY Sebut Pemain Persija Belum Maksimal

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:43

Kuliah Koperasi untuk Feri Amsari

Rabu, 05 Agustus 2026 | 03:18

Gagasan Anti-Penjajahan Soemitro jadi Modal Bangsa Hadapi Dinamika Global

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:55

BRI Gelar Kick-Off BRIncubator 2026 Songsong Akselerasi UMKM Naik Kelas

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:33

Ziarahi Makam Bung Karno, Muzani Tegaskan Indonesia Rumah Bersama

Rabu, 05 Agustus 2026 | 02:12

Penentu Tingkat Kesuksesan suatu Negara

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:43

Ikan Gabus Baik untuk Ibu Pascamelahirkan, Begini Penjelasannya

Rabu, 05 Agustus 2026 | 01:17

Indonesia-Thailand Makin Mantap Jaga Kawasan Selat Malaka

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:58

Utang Pinjol Warga RI Naik 25,88 Persen, Tembus Rp105 Triliun Hingga Juni 2026

Rabu, 05 Agustus 2026 | 00:30

Selengkapnya