Berita

nasaruddin umar:net

RELIGIOUS-HATE SPEECH (29)

Beragama Secara Demonstratif

SELASA, 02 FEBRUARI 2016 | 09:26 WIB | OLEH: NASARUDDIN UMAR

BERLEBIHAN dalam men­jalankan agama, apala­gi jika dimaksudkan untuk memojokkan orang lain da­pat dikategorikan ke da­lam Religious-Hate Speech (RHS). Jika pengamalan ajaran agama ditujukan kepada orang luar dalam arti berupaya mengontrol pengamalan Syari’ah di dalam masyarakat dan melakukan tindakan atau penilaian ekstrem ke­pada orang lain, biasanya disebut tasyadddu. Sedangkan orang yang berlebih-lebihan di da­lam menjalankan agama dan terkadang tidak menghiraukan hak-hak pribadi dan kesehatan­nya disebut al-guluww. Tasyaddud dan Ghuluw sama-sama menjalankan praktek keagamaan yang keras dan keduanya tidak disukai oleh Al­lah Swt dan Rasul-Nya.

Suatu ketika Rasulullah didatangi seorang sa­habat Nabi dengan mengatakan, al-hamdulillah saya sudah lama tidak lagi makan siang. Rasu­lullah bertanya kenapa? Maka ia menjawab kar­ena berpuasa sepanjang hari. Rasulullah bukan­nya memberikan apresiasi positif tetapi marah dengan mengatakan, aku Nabi tetapi masih mem­beri hak terhadap anggota badan untuk makan. Dalam hadis lain Rasulullah meminta sahabat-sahabatnya cukup dengan puasa Dawud, puasa Seni-Kamis, dan lain-lain. Tidak lama kemudian datang lagi seorang sahabat kepadanya dan me­nyampaikan kepada Rasulullah bahwa al-hamdu­lillah, sudah lama saya tidak tidur malam. Rasu­lullah bertanya kenapa? Sahabat itu menjawab, malam-malam aku gunakan shalat sepanjang malam. Rasulullah menjawab dengan agak kes­al dengan mengatakan, saya ini Nabi tetapi tetap memberikan hak-hak badan saya untuk tidur.

Sahabat lain datang lagi menyampaikan ke­pada Rasulullah kalau dirinya sudah tidak pernah lagi berhubungan suami isteri. Rasulullah bertan­ya kenapa? Lalu menjawab habis waktu saya un­tuk beribadah dan membersihkan diri. Rasulullah menanggapinya dengan agak marah, saya ini nabi tetapi masih tetap memberikan hak-hak ke­pada isteri-isteri saya. Dialog Rasulullah dengan sahabat-sahabatnya sebagaimana dijelaskan di atas menunjukkan bahwa beribadah sekalipun jika berlebihan juga tidak baik. Segala sesuatu yang berlebihan (al-ghuluw) adalah tidak baik. Rasulullah pernah bersabda: "Sebaik-baik uru­san ialah yang dilakukan dengan biasa-bisa atau sedang-sedang saja, sekalipun itu sedikit". Apal­agi perbuatan yang memperatasnamakan Islam dengan cara-cara kekerasan, seperti pengebo­man dan penyanderaan (tasyaddud), sama sekali tidak ada tempatnya di dalam agama.


Menjalankan praktek keagamaan secara berlebi­han, bukan saja tidak sejalan dengan tujuan ibadah itu sendiri, yaitu untuk mewujudkan ketenangan, ke­tenteraman, kedamaian, dan kebahagiaan. Itulah sebabnya para ulama menetapkan kaedah bahwa: Al-Ashlu fi al-'ibadah al-haram illa ma dalla 'ala jawa­zih (pada dasarnya semua ibadah itu haram kecua­li yang ada dalil khusus yang membenarkannya). Ukuran baik atau buruknya seseorang tidak diukur oleh berlebih-lebihannya seseorang dalam men­jalankan ibadah melainkan secara wajar menjalank­an keseimbangan di dalam hidupnya. Rasulullah pernah mengatakan: Khairun nas anfa'uhum lin nas (sebaik-baik manusia ialah yang bermanfaat bagi sesamanya). Dalam Al-Qur'an surah al-Ma'un leb­ih tegas lagi menyatakan bahwa orang-orang yang beragama secara palsu atau kamuflase ialah mer­eka yang tidak care dengan anak-anak yatim dan fakir miskin. Bahkan sekalipun ahli shalat tetap di­ancam neraka jika shalatnya suka lalai (tidak fokus), didominasi riya, dan tidak peduli terhadap obyek-obyek yang membutuhkan perhatian. ***

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

IHSG Terkoreksi 1,97 Persen, Mayoritas Saham Berakhir di Zona Merah

Jumat, 06 November 2026 | 12:31

Ekonom Soroti Potensi Konflik Kepentingan CIO Danantara

Jumat, 06 November 2026 | 12:22

Menperin Ungkap Strategi Hadapi Tekanan Industri Tembakau

Jumat, 06 November 2026 | 12:11

Ketum Partai dan Pejabat yang Terlibat Penyadapan Presiden Harus Jadi Tersangka

Jumat, 06 November 2026 | 12:01

Di Tengah Polemik Ijazah, Pengaruh Politik Jokowi Masih Jadi Perhatian

Jumat, 06 November 2026 | 11:51

Bantah Narasi Deindustrialisasi, Menperin: Industri RI Tidak Gelap

Jumat, 06 November 2026 | 11:40

Indonesia-Somalia Bahas Peluang Kerja Sama Perikanan hingga Keamanan Maritim

Jumat, 06 November 2026 | 11:34

Cokbang Buka Peluang Ekonomi Baru dari Kakao Sabang

Jumat, 06 November 2026 | 11:30

KPK Periksa Komisaris PT Murakabi Media Indonesia di Kasus Asuransi Pelni

Jumat, 06 November 2026 | 11:29

Utang Paylater Masyarakat di Bank Tembus Rp31,5 Triliun hingga September 2026

Jumat, 06 November 2026 | 11:16

Selengkapnya