nasaruddin umar:net
nasaruddin umar:net
BERLEBIHAN dalam menÂjalankan agama, apalaÂgi jika dimaksudkan untuk memojokkan orang lain daÂpat dikategorikan ke daÂlam Religious-Hate Speech (RHS). Jika pengamalan ajaran agama ditujukan kepada orang luar dalam arti berupaya mengontrol pengamalan Syari’ah di dalam masyarakat dan melakukan tindakan atau penilaian ekstrem keÂpada orang lain, biasanya disebut tasyadddu. Sedangkan orang yang berlebih-lebihan di daÂlam menjalankan agama dan terkadang tidak menghiraukan hak-hak pribadi dan kesehatanÂnya disebut al-guluww. Tasyaddud dan Ghuluw sama-sama menjalankan praktek keagamaan yang keras dan keduanya tidak disukai oleh AlÂlah Swt dan Rasul-Nya.
Suatu ketika Rasulullah didatangi seorang saÂhabat Nabi dengan mengatakan, al-hamdulillah saya sudah lama tidak lagi makan siang. RasuÂlullah bertanya kenapa? Maka ia menjawab karÂena berpuasa sepanjang hari. Rasulullah bukanÂnya memberikan apresiasi positif tetapi marah dengan mengatakan, aku Nabi tetapi masih memÂberi hak terhadap anggota badan untuk makan. Dalam hadis lain Rasulullah meminta sahabat-sahabatnya cukup dengan puasa Dawud, puasa Seni-Kamis, dan lain-lain. Tidak lama kemudian datang lagi seorang sahabat kepadanya dan meÂnyampaikan kepada Rasulullah bahwa al-hamduÂlillah, sudah lama saya tidak tidur malam. RasuÂlullah bertanya kenapa? Sahabat itu menjawab, malam-malam aku gunakan shalat sepanjang malam. Rasulullah menjawab dengan agak kesÂal dengan mengatakan, saya ini Nabi tetapi tetap memberikan hak-hak badan saya untuk tidur.
Sahabat lain datang lagi menyampaikan keÂpada Rasulullah kalau dirinya sudah tidak pernah lagi berhubungan suami isteri. Rasulullah bertanÂya kenapa? Lalu menjawab habis waktu saya unÂtuk beribadah dan membersihkan diri. Rasulullah menanggapinya dengan agak marah, saya ini nabi tetapi masih tetap memberikan hak-hak keÂpada isteri-isteri saya. Dialog Rasulullah dengan sahabat-sahabatnya sebagaimana dijelaskan di atas menunjukkan bahwa beribadah sekalipun jika berlebihan juga tidak baik. Segala sesuatu yang berlebihan (al-ghuluw) adalah tidak baik. Rasulullah pernah bersabda: "Sebaik-baik uruÂsan ialah yang dilakukan dengan biasa-bisa atau sedang-sedang saja, sekalipun itu sedikit". ApalÂagi perbuatan yang memperatasnamakan Islam dengan cara-cara kekerasan, seperti pengeboÂman dan penyanderaan (tasyaddud), sama sekali tidak ada tempatnya di dalam agama.
Populer
Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36
Kamis, 16 Juli 2026 | 19:00
Jumat, 10 Juli 2026 | 19:04
Sabtu, 11 Juli 2026 | 03:29
Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53
Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00
Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14
UPDATE
Sabtu, 18 Juli 2026 | 06:08
Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:48
Sabtu, 18 Juli 2026 | 05:20
Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:58
Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:38
Sabtu, 18 Juli 2026 | 04:18
Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:59
Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:45
Sabtu, 18 Juli 2026 | 03:20
Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58