Berita

Impor Listrik, Bukti Ketahanan Energi Jokowi Hanya Mimpi

JUMAT, 22 JANUARI 2016 | 15:43 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kebijakan mengimpor listrik dari Malaysia menandakan ketidakmampuan pemerintahan Jokowi-JK dalam mewujudkan ketahanan energi.

"Impor listrik dari Malaysia semakin menunjukan Indonesia saat ini sebagai negara darurat energi karena tidak mampu memberikan pasokan listrik ke daerah," kata Direktur Eksekutif Nurjaman Center for Indonesian Democracy (NCID) Jajat Nurjaman dalam keterangannya, Jumat (22/1).

Dia mengatakan sangat memalukan Indonesia sebagai negara yang besar harus melakukan impor listrik dari Malaysia. Bahkan pemerintah juga mengimpor beras, ikan garam dan yang lainnya.


Impor kerap dijadikan solusi tepat oleh pemerintah untuk menutupi kebutuhan nasional dengan dalih untuk menutupi minimnya stok di dalam negeri. Namun, kata Jajat, jika hal itu terus dilakukan akan membuat Indonesia tidak bisa menjadi negara mandiri.
 
Menurut Jajat, di era Jokowi ini pemerintah bukan hanya hobi menambah utang luar negeri tetapi juga melakukan impor. Bahkan impor dianggap oleh pemerintah sebagai solusi cepat.
 
"Hanya di era Jokowi-JK Indonesia sampai harus impor listrik dari Malaysia. Kalau begini terus kedepan Indonesia bisa-bisa harus melakukan impor di semua sektor. Negara besar tapi hanya mampu impor," tutup Jajat.

Diketahui, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menandatangani kerja sama dengan Serawak Energy Berhad (SEB). Salah satu isinya, Indonesia akan mendatangkan energi listrik dari negeri jiran Malaysia sebesar 50 Mega Watt (MW). Menurut informasi, harganya mencapai USD 9 sen per kwh. Kontrak kedua negara direncanakan hingga 25 tahun ke depan.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya