Berita

Warning Keras, Orang Indonesia Yang Anggap ISIS Tak Membahayakan NKRI Sebanyak Pemilih PKB

JUMAT, 22 JANUARI 2016 | 14:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Upaya kelompok ISIS memperoleh dukungan di Indonesia tidak bisa dianggap sebelah mata. Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) yang terbaru menunjukkan 4,4 persen publik Indonesia menganggap ISIS bukan ancaman bagi NKRI.

"Ini benar-benar warning keras buat pemerintah. Harus ada upaya sangat serius meluruskan pemahaman soal ISIS," kata Direktur Eksekutif Pemantau Legislatif dan Eksekutif (Majelis), Sugiyanto, kepada Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu (Jumat, 22/1).

Dia menegaskan paham ISIS bertentangan dengan konstitusi. ISIS adalah kelompok politik, bukan agama. Aksi teror dengan cara membunuh yang mereka lakukan tidak dibenarkan oleh agama apapun di dunia.


Tingginya prosentase warga Indonesia yang berpandangan ISIS tidak membahayakan NKRI, kata Sgy, tidak bisa dianggap sepele‎. Merujuk prosentase hasil survei SMRC, berarti ada sekitar 11 juta dari 270 juta penduduk Indonesia saat ini yang berpandangan ISIS tidak membahayakan. Jumlah ini tak jauh beda dengan suara dukungan yang diperoleh PKB dalam pemilu 2014, bahkan lebih tinggi dibandikan peroleh PAN dan PPP.

"Pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan‎. Apa yang terpotret dari survei SMRC, ISIS merupakan bahaya laten. BIN, kepolisian, lembaga terkait dan seluruh komponen bangsa harus cepat bergerak," imbuhnya.

Sgy pun mengusulkan dibentuk badan khusus yang bertugas memformulasikan konsep dan langkah-langkah bersama secara komperhensif mengatasi persoalan ISIS. Badan ini diisi oleh BIN, TNI, kepolisian dan berbagai stakeholder lainnya. Langkah awal, katanya, pemerintah harus menyatakan perang melawan ISIS, dan koordinasi antara BIN, kepolisian dengan pemda harus dimaksimalkan.

"Tentu upaya mengubah pemahaman soal eksistensi ISIS tidak hanya cukup dilakukan dengan penegakan hukum oleh pihak kepolisian dan kerja-kerja intelijen semata," katanya.

Apalagi, katanya, dari hasil survei SMRC juga terpotret bahwa 0,3% warga menyatakan ISIS boleh didirikan di Indonesia. Kondisi ini jelas sangat berbahaya bagi NKRI. Dengan kata lain ada 800 ribu-an dari 270 juta penduduk Indonesia yang siap menjadi pengikut ISIS.

"Ini seperti bara dalam sekam yang sewaktu-waktu bisa membakar. ISIS benar-benar mengancam NKRI," tukasnya.[dem]



Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya