Berita

Survei SMRC: 4,4 Persen Rakyat Indonesia Anggap ISIS Tidak Membahayakan NKRI

JUMAT, 22 JANUARI 2016 | 12:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Upaya kelompok ISIS (Islamic State of Syria and Iraq) untuk memperoleh dukungan di Indonesia nampaknya gagal total.

Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan lebih dari 95% warga Indonesia yang mengetahui adanya ISIS menyatakan ISIS tidak boleh ada di Indonesia. ‎

"Hanya 0,3% warga menyatakan ISIS boleh didirikan di Indonesia," ujar Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan seperti dilansir saifulmujani.com (Jumat, 22/1).‎‎

Survei dilakukan pada 10-20 Desember 2015 di seluruh provinsi di Indonesia, dengan 1220 responden yang dipilih secara random.‎ Dari hasil survei juga diketahui sekitar 62% warga Indonesia mengenal ISIS. Dari mereka yang tahu ISIS, hanya 0,8 persen yang menyatakan setuju dengan apa yang diperjuangkan ISIS.

‎"‎Sebaliknya, hampir 90% mereka yang tahu ISIS menyatakan tidak setuju dengan apa yang diperjuangkan ISIS. ‎Begitu pula hampir 90% masyarakat yang tahu ISIS menyatakan ISIS adalah ancaman bagi NKRI, sementara hanya 4,4% menyatakan bukan ancaman ‎bagi NKRI," katanya.‎

Menurut Djayadi, temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menyadari keberadaan ISIS namun pada saat yang sama tidak setuju dengan apa yang diperjuangkan ISIS, menganggap ISIS sebagai ancaman dan menolak kehadiran ISIS di Indonesia.‎

Penelitian SMRC juga menunjukkan penolakan terhadap ISIS tersebar merata di semua kategori jender, desa-kota, umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, wilayah, etnis, dan agama. Di semua kelompok itu yang menyatakan ISIS boleh didirikan di Indonesia pada umumnya hanya sekitar 0-2%.

‎"Dengan kata lain ISIS adalah musuh rakyat Indonesia, baik muslim maupun non muslim, apapun etnisnya, apapun pendidikannya, baik laki-laki maupun perempun, apapun kelas sosial ekonominya, dimanapun wilayah mereka tinggal," demikian Djayadi Hanan.[dem]‎

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya