Upaya kelompok ISIS (Islamic State of Syria and Iraq) untuk memperoleh dukungan di Indonesia nampaknya gagal total.
Hasil survei Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan lebih dari 95% warga Indonesia yang mengetahui adanya ISIS menyatakan ISIS tidak boleh ada di Indonesia. ‎
"Hanya 0,3% warga menyatakan ISIS boleh didirikan di Indonesia," ujar Direktur Utama SMRC Djayadi Hanan seperti dilansir saifulmujani.com (Jumat, 22/1).‎‎
Survei dilakukan pada 10-20 Desember 2015 di seluruh provinsi di Indonesia, dengan 1220 responden yang dipilih secara random.‎ Dari hasil survei juga diketahui sekitar 62% warga Indonesia mengenal ISIS. Dari mereka yang tahu ISIS, hanya 0,8 persen yang menyatakan setuju dengan apa yang diperjuangkan ISIS.
‎"‎Sebaliknya, hampir 90% mereka yang tahu ISIS menyatakan tidak setuju dengan apa yang diperjuangkan ISIS. ‎Begitu pula hampir 90% masyarakat yang tahu ISIS menyatakan ISIS adalah ancaman bagi NKRI, sementara hanya 4,4% menyatakan bukan ancaman ‎bagi NKRI," katanya.‎
Menurut Djayadi, temuan ini menunjukkan bahwa masyarakat Indonesia menyadari keberadaan ISIS namun pada saat yang sama tidak setuju dengan apa yang diperjuangkan ISIS, menganggap ISIS sebagai ancaman dan menolak kehadiran ISIS di Indonesia.‎
Penelitian SMRC juga menunjukkan penolakan terhadap ISIS tersebar merata di semua kategori jender, desa-kota, umur, pendidikan, pekerjaan, pendapatan, wilayah, etnis, dan agama. Di semua kelompok itu yang menyatakan ISIS boleh didirikan di Indonesia pada umumnya hanya sekitar 0-2%.
‎"Dengan kata lain ISIS adalah musuh rakyat Indonesia, baik muslim maupun non muslim, apapun etnisnya, apapun pendidikannya, baik laki-laki maupun perempun, apapun kelas sosial ekonominya, dimanapun wilayah mereka tinggal," demikian Djayadi Hanan.[dem]‎