Berita

Politik

Jangan Terkecoh Jokowi Digelari Pemimpin Terpopuler Keempat Di Dunia

RABU, 20 JANUARI 2016 | 19:22 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Presiden Joko Widodo digadang-gadang menempati posisi empat sebagai pemimpin dunia yang paling disukai. Gelar yang disematkan Burson-Marsteller, firma kehumasan dan komunikasi global terhadap Jokowi itu, mengusik perhatian sekaligus tanya Rachmawati Seokarnoputri.

"Apa tolok ukurnya?" ucap tokoh politik senior itu kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (20/1).

Rachma meminta publik untuk tidak terkecoh. Putri Bung Karno itu mengingatkan, penguasa Orde Baru Soeharto pernah disebut-sebut sebagai pemimpin yang sukses dalam pembangunan ekonomi. Indonesia dinyatakan mampu mandiri dan memenuhi kebutuhan beras atau mencapai swasembada pangan, dan bahkan Organisasi Pangan Dunia (FAO) ketika itu memberikan penghargaan kepada Soeharto.


Namun nyatanya, imbuh Rachma, selang beberapa waktu, Indonesia tetap mengimpor beras dan komoditi lainnya. Bahkan Indonesia berhutang pada World Bank dan IMF.

Karenanya bagi Rachma yang juga pendiri Yayasan Pendidikan Soekarno, gelar, penghargaan atau sebutan lain yang disematkan kepada Jokowi tak lebih sebagai propaganda nekolim untuk melanggengkan kekuasaannya.

"Neo kolonialisme akan selalu memuji setinggi langit pada pemimpin negara yang menjadi subordinat mereka, terlebih lagi pada era proxy war saat ini dimana dunia maya menjadi tools (alat) pembentukan dan pertarungan persepsi. Maka, rakyat Indonesia jangan terkecoh dengan propaganda nekolim," tukasnya.[dem]

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

UPDATE

Prabowo Kumpulkan Ratusan Pengurus Kadin se-Indonesia di Istana

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:26

Larangan Dapur MBG Gunakan Barang Bersubsidi Sudah Tepat

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:25

Cegah Gagal Panen, Komisi IV DPR Minta Pemerintah Antisipasi Dampak El Nino

Jumat, 31 Juli 2026 | 14:03

Indonesia-Tiongkok Perkuat Kemitraan Strategis Berbasis Ekonomi Hijau

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:53

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

Dinilai Paling Siap, Palangka Raya jadi Percontohan Digitalisasi Perlinsos Berbasis IKD

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:33

Praperadilan Ketiga Roy Suryo, Ahli Perkuat Dalil Permohonan Ganti Rugi Rp206 Juta

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:32

Jakarta Gandeng Banten Bangun Kawasan Ketahanan Pangan Terpadu

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:27

Digitalisasi Perizinan Tutup Celah Perdagangan Satwa Liar Ilegal

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

IHSG Sesi I Menguat 29 Poin, Saham TINS DEWA dan BBCA Paling Memikat Investor

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:12

Selengkapnya