Berita

sya'roni/net

Politik

Pemerintah Harus Waspada, Freeport Mulai Siapkan Perang Terbuka

RABU, 20 JANUARI 2016 | 17:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Kunjungan Dubes AS Robert Blake dan Dubes Inggris Moazzam Malik ke Papua dalam waktu yang hampir bersamaan tidak boleh dianggap sebelah mata. Patut dicurigai ada agenda terselubung yang dibawa oleh kedua dubes untuk memuluskan tujuan tertentu.

‎"Kecurigaan seperti itu bukan tanpa alasan. Papua saat ini sedang menjadi sorotan internasional terkait masa depan Freeport di Indonesia," kata Sekjen Himpunan Masyarakat Untuk Keadilan (Humanika), Sya'roni, kepada redaksi (Rabu, 20/1).‎

‎Dikatakan Sya'roni, posisi Freeport saat ini sedang mengalami rongrongan yang sangat dahsyat. Tuntutan nasionalisasi terus menggema seiring terkuaknya kasus "papa minta saham".


‎Kasus yang diinisiasi oleh Ma'roef Syamsuddin itu telah memakan banyak korban. Diawali dari terjungkalnya Setya Novanto dari kursi Ketua DPR dan kemudian secara berturut-turut diikuti dengan pengunduran diri Jim Bob dan Ma'roef Syamsuddin dari posisi strategis di Freeport.

‎"Posisi Freeport bagi AS sangat strategis. Patut diduga kunjungan Dubes AS dan Dubes Inggris masih ada kaitan untuk mengamankan posisi Freeport di Indonesia. AS dan Inggris adalah dua negara yang sangat kuat persekutuannya. Keduanya kerap bahu-membahu mengamankan kepentingan satu dengan yang lainnya," kata Sya'roni.

‎Oleh karenanya menurut dia, pemerintah Indonesia harus meningkatkan kewaspadaan. Tidak boleh lengah sedikit pun. Tidak boleh lagi memanjakan Freeport dengan kebijakan-kebijakan yang terkesan "mengalah". Kalau tidak Freeport semakin berani memandang sebelah mata negara Indonesia dengan menawarkan harga yang tidak wajar untuk divestasi sahamnya.

‎"Dari gelagatnya, Freeport sudah mulai mempersiapkan "perang terbuka" dengan Indonesia. Jim Bob dan Ma'roef Syamsuddin dianggap bukan lagi prajurit tangguh, sehingga harus diganti dengan petarung yang lebih kuat," imbuh Sya'roni.‎

‎Lebih lanjut dikatakan Sya'roni, kalau Freeport berani menekan kedua petingginya untuk mengundurkan diri, Presiden Jokowi juga seharusnya berani menekan Menteri ESDM Sudirman Said untuk angkat koper dari Kabinet Kerja.

‎"Agar tidak dijungkalkan oleh Freeport, maka Presiden Jokowi harus secepatnya mengganti Menteri ESDM Sudirman Said. Sudirman Said adalah sosok yang lemah ketika menghadapi tekanan-tekanan Freeport. Padahal, saat ini sosok yang dibutuhkan adalah figur yang tidak gentar menghadapi gertakan Freeport, AS beserta sekutunya," demikian Sya'roni.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya