Berita

Mantan Ketua DPR Miris Menteri Yasonna Mempermainkan Hukum

RABU, 20 JANUARI 2016 | 12:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Mantan Ketua DPR Marzuki Alie merasa prihatin dengan sikap Kementerian Hukum dan HAM. Menurut dia, Menteri Yasonna Laoly telah mempermainkan hukum karena tidak menjalankan putusan MA terkait konflik internal Partai Golkar dan PPP.

"Aneh bin ajaib, Kemenkumham masih menerima keberatan dari Mahkamah Partai atau tokoh-tokoh senior partai. Artinya hukum sudah dipermainkan," kata Marzuki di akun twitternya, @marzukialie_MA, Rabu (20/1).

Marzuki mengatakan tidak ada alasan bagi Kemenkumham untuk menunda atau tidak melaksanakan keputusan MA yang sudah inkrah terkait sengketa kepengurusan di Partai Golkar dan PPP.


Undang-undang mengatur jika ada sengketa internal partai maka kedua belah pihak harus sepakat menyerahkan masalahnya ke mahkamah partai. Apabila mahkamah partai tidak mampu menyelesaikan sengketa tersebut maka pengadilan menjadi solusinya.

"Sudah kewajiban Menkumham untuk mengesahkan siapapun yang dinyatakan menang dalam keputusan MA yang sudah punya kekuatan hukum tetap. Tidak ada alasan subjektif yang bisa membatalkan keputusan MA, apalagi mencampuri konflik untuk meminta mereka (kedua belah pihak yang bersengketa) bersatu dan lain sebagainya," katanya.

Marzuki mengingatkan tugas pemerintah atau Kemenkumham hanya mengesahkan status legalitas partai politik sesuai UU, bukan pihak yang menentukan berdasarkan persepsi sendiri. Oleh karenanya hukum harus menjadi panglima dalam proses menegakkan demokrasi dan bukan malah sebaliknya, pemerintah yang menjadi panglima.

"Kenapa mereka sepakat ke pengadilan, karena mereka merasa benar dan tidak mau disatukan. Keputusan MA itulah yang bisa mempersatukan mereka," tukasnya.

Terbaru, Menteri Yasonna H Laoly menegaskan pemerintah menginginkan islah kepengurusan PPP dan Golkar. Dia mendorong islah di Golkar melalui munas dan PPP melalui muktamar islah karena dinilainya sesuai mekanisme partai.

Menurutnya, sengketa kepengurusan di Golkar antara Munas Bali dan Munas Ancol serta dua kepengurusan di PPP antara Muktamar Surabaya dan hasil Muktamar Jakarta, merugikan kedua partai. Karena itu upaya islah yang didorong tokoh senior kedua partai tersebut harus didukung meskipun sudah ada keputusan MA.[dem]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya