Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigras, Marwan Jafar, menyatakan komitmennya mensukseskan transmigrasi terutama di kawasan perbatasan dan pinggiran.
"Kita kedepan akan membangun lahan di luar Jawa. Membagun lahan transmigrasi di daerah pinggiran adalah tekad kita semua. Kita akan bangkit, transmigrasi tak pernah mati," kata Marwan dalam acara peluncuran buku "Transmigrasi Menggapai Cita", di Kantor Kemendes PDTT, Kalibata Jakarta Selatan, Selasa (19/1).
Menteri Marwan menjelaskan ada berbagai macam program untuk mensukseskan target tersebut antara lain kota terpadu mandiri. Hingga saat ini kurang lebih sudah ada 114 kota terpadu mandiri yang telah dicanamgkan, dan masih akan terus dicanangkan.
"Kemudian juga membangun lahan transmigrasi di perbatasan daerah pinggiran dan itu menjadi tekad kita semua dalam rangka mensukseskan transmigrasi," urainya.
Marwan sangat mengapresiasi para pejuang-pejuang transmigran, yang telah mampu merubah desa terpencil menjadi desa yang berkembang. Para pejuang transmigran ini menurutnya, adalah sosok berharga yang telah sukses membuka lahan-lahan tandus menjadi lahan-lahan yang sangat berharga untuk desa.
Kasim Arifin adalah salah satu dari sekian banyak pahlawan transmigrasi yang berhasil menciptakan kesejahteraan masyarakat desa. Puluhan tahun lalu, di sebuah desa kecil kawasan Seram, Kasim Arifin mampu mengubah kawasan tandus menjadi ratusan hektar kawasan pertanian yang subur dan hijau. 15 tahun lamanya Kasim meninggalkan Langsa, Aceh, dan mengabdi sebagai masyarakat transmigrasi. Berkat transmigrasi, desa Seram tak lagi menjadi desa miskin yang tertinggal.
"Kita tentu punya Kasim-Kasim Arifin yag lain, yang telah berjasa melanjutkan membangun negeri kita. Kita juga punya pahlawan-pahlawan baru, kita punya pejuang-pejuang transmigran. Para transmigran yang telah sukses, dan berhasil membuka lahan-lahan di luar jawa lebih bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
"Ke depan kita akan mencetak Kasyim Arifin baru dan mempunyai banyak pejuang transmigran yang telah sukses," tukasnya.
Buku "Transmigrasi Menggapai Cita" karya Menteri Marwan adalah buku yang menunjukkan semangat dan kegigihan program transmigrasi dalam memajukan daerah.
Marwan menjelaskan buku tersebut penting dalam rangka mengukuhkan kiprah transmigrasi untuk mempercepat pembangunan daerah sebagai wujud Cita ke 3 dari Nawacita, yaitu Membangun Indonesia dari pinggiran.
"Transmigrasi Menggapai Cita merupakan keinginan bersama akan semakin menggelorakan semangat dan perjuangan kita untuk lebih menggairahkan kembali program transmigrasi di bumi Indonesia yang kita cintai, yang akhir-akhir ini mengalami pasang surut cukup siginifikan," ujar Marwan.
[dem]