Berita

Bisnis

Menko Rizal: Sudah Saatnya Indonesia Kuasai Pasar Kapal Asia

SENIN, 18 JANUARI 2016 | 16:48 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Kordinator Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli mengatakan sudah saatnya Indonesia menguasai pasar kapal, khususnya di kawasan Asia.

"Dulu raja di bisnis perkapalan adalah Jepang, kemudian pindah ke Korea. Karena mahal biaya pembuatan dan asuransinya, saat ini sudah mulai pindah ke Vietnam dan Indonesia," kata Rizal saat peluncuran dua kapal perang di Galangan Kapal PT PAL Indonesia, Kawasan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Senin (18/1).

Dia mengatakan kemampuan membuat dan mengeskpor kapal perang canggih ke Filipina membuktikan Indonesia memiliki keunggulan dalam industri perkapalan.


"Hari ini adalah hari yang bersejarah bagi bangsa ini, sebab pertama kali melakukan ekspor kapal perang. Ini merupakan prestasi terhebat PT PAL Indonesia, kita ikut bangga," katanya.

Dua kapal perang yang diluncurkan PT PAL Indonesia adalah Kapal Perusak Kawal Rudal (PKR)-1 dan Kapal Perang "Strategic Sealift Vessel" (SSV)-1. PKR yang merupakan kapal perang canggih kelas frigate merupakan pesanan Kementerian Pertahanan RI, sedangkan kapal SSV yang berada di kelas Lloyd Register pesanan Kementerian Pertahanan Filipina.

Kapal PKR yang dibangun PT PAL Indonesia bekerjasama dengan DSNS, Belanda, melalui transfer teknologi. Sedangkan kapal SSV merupakan kapal canggih karya mandiri anak bangsa.

"Ini merupakan momentum kebangkitan industri maritim, orang Indonesia skillnya sangat bagus sekali. tapi kita perlu kerjsama teknologi, manajemen," demikian Rizal Ramli.[dem]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Tourism Malaysia Gencarkan Promosi Wisata di Tiga Kota Indonesia

Selasa, 28 April 2026 | 10:20

DPR Desak Evaluasi Nasional Perlintasan Sebidang Usai Tabrakan Kereta di Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 10:13

Bus Shalawat Gratis 24 Jam Disiapkan untuk Jemaah Haji di Makkah

Selasa, 28 April 2026 | 10:09

Update Korban Jiwa Tabrakan KA di Bekasi Bertambah Jadi 14 Orang

Selasa, 28 April 2026 | 10:00

Prabowo Minta Segera Investigasi Kasus Tabrakan Kereta Bekasi

Selasa, 28 April 2026 | 09:56

Lokomotif Argo Bromo Berhasil Dipindahkan, Tim SAR Fokus Evakuasi Korban

Selasa, 28 April 2026 | 09:53

Purbaya Pede IHSG Bisa Terbang 28.000, Pasar Langsung Terkoreksi

Selasa, 28 April 2026 | 09:51

Dinamika Global Tekan Indeks DXY ke Level 98,45 Jelang Keputusan Federal Reserve

Selasa, 28 April 2026 | 09:48

Kopdes Jadi Instrumen Capai Nol Kemiskinan Ekstrem

Selasa, 28 April 2026 | 09:39

Imbas Tabrakan Kereta di Bekasi Timur, Belasan Perjalanan KA Jarak Jauh dari Jakarta Resmi Dibatalkan

Selasa, 28 April 2026 | 09:27

Selengkapnya