Berita

timboel siregar/net

Bisnis

DPR, Pilih Dewas BPJS Yang Berkualitas!

SABTU, 16 JANUARI 2016 | 11:00 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Seleksi calon Dewan Pengawas (Dewas) BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan dari unsur serikat pekerja, pengusaha dan tokoh masyarakat akan dimulai Senin lusa, 18 Januari 2016. Proses ini sangat penting untuk mendapatkan Dewas yang kredibel, berkualitas dan berani.

"Fit and proper test calon Dewas BPJS harus mampu memilih Dewas BPJS Naker dan BPJS Kesehatan yang berkualitas. Komisi IX DPR diharapkan dapat menseleksi dan memilih calon Dewas dengan obyektif berdasarkan pengetahuan, latar belakang (track record) dan kemauan untuk berkomunikasi dengan stakeholder‎," ujar Koordinator Advokasi BPJS Watch, Timboel Siregar,‎ kepada redaksi (Sabtu, 16/1).

Dia menilai selama dua tahun ini peran Dewas tidak signifikan. Dewas menjadi subordinasi direksi sehingga fungsi dan kewenangannya tidak berjalan dengan baik. Dewas masih diposisikan seperti komisaris di PT. Jamsostek dan PT. Askes, yang hanya papan nama saja. Dewas tidak menjalankan tugas sesuai perintah UU 24/2011 tentang BPJS.


"Padahal bila mengacu pada UU 24/2011 khususnya Pasal 22, fungsi dan kewenangan Dewas sangat strategis dan penting untuk mendukung peningkatan kinerja BPJS Naker dan Kesehatan. Namun karena kualitasnya tidak baik, Dewas tidak menjalankan tugas dengan baik," katanya.

Dewas, menurutnya, gagal membangun komunikasi dengan stakehoder seperti dengan serikat pekerja, media dan LSM. Gaji yang sangat besar yaitu minimal 55% dari gaji direktur utama seharusnya membuat Dewas lebih berkualitas dan independen serta mau berkomunikasi dengan rakyat. Dengan membangun komunikasi, para Dewas sangat tertolong untuk menjalankan tugas pengawasannya karena mendapatkan masukan-masukan riil dari lapangan.

"Kami sering mendapatkan laporan kasus dari lapangan baik masalah BPJS Kesehatan maupun BPJS ketenagakerjaan. Tapi Dewas kerap tidak merespon laporan-laporan kami," katanya.

Berdasarkan pengamatannya, diantara calon Dewas BPJS Kesehatan yang patut dipertimbangkan untuk dipilih oleh Komisi IX adalah Michael J. Latuwael. Berpengalaman dalam mengadvokasi kasus-kasus pasien di RS, Michael yang juga aktif di Komite Aksi Jaminan Sosial (KAJS) ketika menggolkan UU 24/2011 dinilainya mampu membangun komunikasi dengan masyarakat.

"Kami menolak calon calon Dewas yang selama ini tidak berkontribusi riil terhadap kemajuan BPJS, apalagi calon-calon yang dulu menolak kehadiran BPJS. Jangan jadikan Dewas sebagai ajang cari pekerjaan yang berorientasi ekonomi," tukasnya.[dem]


Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Kampus Demokrasi Obama

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:54

Presiden Prabowo Kemudikan Kapal Indonesia Menuju Ekonomi Pancasila

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:36

Merekonstruksi Ulang Konsolidasi Kebangsaan

Selasa, 23 Juni 2026 | 05:18

Keberadaan DSI Perlu Dievaluasi Ulang dalam Tata Niaga Sawit

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:59

Usaha Jufriyah Terus Keruk Cuan Bersama BRI

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:34

Perdamaian AS-Iran Tanpa Israel

Selasa, 23 Juni 2026 | 04:16

Turnamen Tenis Meja Masduki Cup 2026 Mengukir Asa Menuju Pentas Dunia

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:55

BRI Consumer Expo 2026 Makassar Hadirkan Berbagai Solusi Finansial

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:35

Koperasi Menjaga Keseimbangan

Selasa, 23 Juni 2026 | 03:15

Gaya Hidup Sehat dan Kebersamaan Harus jadi Kebutuhan

Selasa, 23 Juni 2026 | 02:55

Selengkapnya