Berita

Publika

Trisakti Dan Pembangunan Semesta Berencana

KAMIS, 14 JANUARI 2016 | 09:06 WIB

IBU Megawati Soekarno Puteri, Ketua Umum PDI Perjuangan di berbagai kesempatan mengajak semua pihak kembali menjalankan Garis Besar Haluan Negara (GBHN) sebagai landasan pembangunan bangsa. Konsep pembangunan jangka menengah-panjang yang terstruktur dan sistematis menjadi bagian penting terwujudnya trisakti dan nawacita di republik ini. Konsep yang tak terhenti karena bergantinya rezim yang bekuasa.

Sebagai partai pelopor PDIP menyadari tugas sejarahnya sebagi obor penerang rakyat. Obor penerang bagi rakyat dikala gelap. Penuntun jalan menuju sebuah republik yang berdaulat secara ekonomi, politik, dan budaya.  Untuk itu, pada Rakernas PDIP 10-12 Januari 2016 di Jakarta beberapa hari kemarin menjadi kawah candra dimuka perumusan Konsepsi Pembangunan Semesta Berencana. Konsep kemandirian bangsa ala Soekarno yang tereliminir oleh rezim sesudahnya. Rezim yang menganaktirikan sosok, pemikiran, peran dan semual hal tentang Soekarno. Ya, sebuah sejarah kelam bangsa. Sejarah tiran yang tidak boleh terulang lagi.

Konsep Pembangunan Semesta Berencana bukanlah hal yang baru di republik ini. Presiden Soekarno menuangkan konsep ini dalam
TAP MPRS No. I/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik Republik Indonesia Sebagai Garis-Garis Besar Daripada Haluan Negara dan TAP MPRS No.II/MPRS/1960 tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahap Pertama 1961-1969.

TAP MPRS No. I/MPRS/1960 tentang Manifesto Politik Republik Indonesia Sebagai Garis-Garis Besar Daripada Haluan Negara dan TAP MPRS No.II/MPRS/1960 tentang Garis-Garis Besar Pola Pembangunan Nasional Semesta Berencana Tahap Pertama 1961-1969.

PDIP sebagai partai ideologis merekomendasi Konsep Pembangunan Semesta Becana diterapkan kembali  pemerintahan Jokowi-JK. Dan menjadikan nya landasan dalam menetapkan kebijakan dan program jangka menegah demi terwujudnya Trisakti dan nawacita. Tentu saja konsepsi pembangunan semesta berencana hasil Rakernas PDIP tidak serta merta mencopy paste tanpa menyesuaikan kondisi objektif kekiniaan republik ini.

Dan Presiden Jokowi dan ratusan kepala daerah dari PDIP yang hadir di Rakernas menyatakan sikap mendukung dan siap melaksanakan konsep Pembangunan Semesta Berencana. Jajaran menteri Kabinet kerja Jokowi-JK juga medukung konsepsi ini.

Lalu bagaimana sikap para pemimpin kita yang lain?

Konsep Pembangunan Semesta Berencana untuk Indonesia Raya tidak mudah dilaksanakan di era kekinian. Kondisi perpolitikan dahulu (era Soekarno) dan kini berbeda jauh. Dan Sudah menjadi rahasia umum. Sisa-sisa pertarungan politik di Pilpres 2019 belum juga usai. Pragmentasi politik terlihat nyata pada tataran elit politik nasional. Sementara di tingkatan rakyat dan elit politik daerah hal itu sudah terlupakan. Rakyat sudah muak dengan dagelan politik yang tak membawa manfaat bagi mereka. Bahkan di tingkat lokal, dalam ajang pilkada serentak beberapa waktu lalu, pihak yang berseberangan saat pilpres telah berkoalisi mengusung calon yang sama.

Seperti yang kita ketahui, Pragmatisme, fragmentasi politik dan berbagai kepentingan lain nya (pribadi & kelompok) melanda dan mengerogoti bangsa ini. Sebuah penyakit yang tak kunjung usai. Bahkan semangat reformasi hanya sesaat menjadi pemersatu dan perekat semua pihak. Setelah itu, semangat individualisme dan sektarisme menjadi panglima dalam membangun bangsa.

Ya, penerapan konsepsi Pembangunan semesta Berencana agar berjalan maksimal perlu dukungan dari semua pihak. Rakyat, Lembaga MPR, DPR, TNI, Partai Politik, dan semua pihak terkait harus mendukung dan ikut terlibat sebagai pelaksana dan pengawas berjalanannya konsepsi ini. Ya, sikap seorang negarawan sangat dibutuhkan dalam menyikapi hal ini. Ingat ini bukan untuk PDIP,  tapi untuk kesejahteraan rakyat, kedaulatan bangsa dibidang ekonomi, politik, dan budaya.

Bung, Pemilu 2014 telah lama usai. Dan Pemilu 2019 masih lama. Kita Lupakan sejenak perbedaan antara kita. Waktu nya kita berkerja membangun bangsa dan negara. Ayo kita dukung dan wujudkan Trisakti dan Pembangunan Semesta Terencana untuk Indonesia Raya sebagai landasan nya. Merdeka..[***]


Oking Ganda Miharja

Ketua DPC PDI Perjuangan Pesisir Barat

Populer

Kafe Diduga terkait Jampidsus Digeledah

Rabu, 08 Juli 2026 | 16:36

AHY dan Ibas Dilaporkan ke KPK Buntut Lonjakan Harta

Senin, 06 Juli 2026 | 14:49

Beredar Surat Diduga dari Kejagung untuk Konsolidasi Usai Penggeledahan Cafe de' CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 12:53

Presiden Pasti Tahu Dinamika Penggeledahan Cafe de’CLAN Signature

Kamis, 09 Juli 2026 | 09:00

Terima Kasih Bang Refly, Nama Saya Sudah Diubah jadi ‘Si Udin’

Selasa, 07 Juli 2026 | 03:14

Pengacara Nadiem Makarim Dilaporkan ke Peradi Buntut Ucapan "Yang Mulia Takut Ya"

Senin, 06 Juli 2026 | 18:36

Langkah Polri Bongkar Kasus Dugaan Korupsi Kejagung Tuai Apresiasi

Kamis, 09 Juli 2026 | 03:59

UPDATE

Harga iPhone di Indonesia Naik Juli 2026, Cek Daftar Harga Terbaru Semua Seri

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:21

Investasi Masyarakat, BRI Hadirkan ORI030 dengan Kupon Hingga 7%

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:13

IPW Desak Polri Periksa Febrie Adriansyah usai Akui Rumah Sentul Miliknya

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:09

Apa Saja Hak Pegawai Usai Kena PHK? Ini Daftar Hak yang Wajib Dipenuhi Perusahaan

Jumat, 10 Juli 2026 | 18:08

Berpotensi Abuse of Power, Jampidsus Febrie harus Dinonaktifkan

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:56

Jampidsus Febrie Adriansyah Ajari Kortastipidkor Polri Cara Tangani Kasus Batu Bara

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:51

Modal Dukungan 34 DPD, Wihaji Maju Jadi Ketum Ormas MKGR

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:30

Pakar Hukum: Temuan 74 Kg Emas Cukup jadi Alasan Kuat Jampidsus Mundur

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:17

KPK Periksa LHKPN Jampidsus Febrie Adriansyah, Ditemukan Dugaan Penggunaan Nominee

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:15

Tegang! Gedung Promoter Dijaga Puluhan Brimob Bersenjata Lengkap Jelang Konferensi Pers

Jumat, 10 Juli 2026 | 17:05

Selengkapnya